Kamis, 24 September 2026
07:11 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN

Prospeksi

Prospeksi adalah tahap pertama dalam produksi mineral yang bertujuan untuk menemukan lingkungan yang secara geologis mengandung deposit mineral.[1]

Prospeksi dengan metode tradisional mengandalkan penemuan mineral sebelumnya dan hanya dilakukan bila mineral ditemukan dalam jumlah yang signifikan di tempat yang ingin diprospeksi. Untuk mengurangi area yang berpotensi, prospektor memeriksa tiap-tiap batuan dasar yang dicurigai mengandung deposit dengan intuisi. Cara ini membutuhkan waktu yang lama dan tidak mungkin dilakukan di tempat-tempat tidak terjangkau atau tertutup sesuatu. Maka dari itu, hanya sedikit sekali deposit bijih logam besar yang ditemui pada masa ini. Sedangkan cara modern dapat memanfaatkan data geologis, geofisika dan geokimia untuk memperkecil daerah pencarian yang potensial untuk ditambang. Tiap cara-cara ini berfungsi untuk meningkatkan kesuksesan dari tahap akhir dan paling mahal dari eksplorasi, yaitu pengeboran permata dan eksplorasi bawah tanah.[2]

Referensi

  1. United States Congress House Committee on Interior and Insular Affairs Subcommittee on Public (1961). Wilderness Preservation System: Hearings Before the United States House Committee on Interior and Insular Affairs, Subcommittee on Public Lands, Eighty-Seventh Congress, First Session, Eighty-Seventh Congress, Second Session (dalam bahasa Inggris). U.S. Government Printing Office. hlm. 1549–1556.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. Hawkes, H. E. (1957). "Principles of geochemical prospecting". doi:10.3133/b1000f.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan