Senin, 28 September 2026
17:29 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto
Proses alfa rangkap tiga

Proses alfa rangkap tiga

250px-Triple-Alpha_Process.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Proses alfa rangkap tiga.

Proses alfa rangkap tiga (Inggris: triple-apha process) adalah serangkaian reaksi fusi nuklir yang mana tiga nukleus helium-4 (partikel alfa) berubah menjadi karbon.[1][2]

Proses pada bintang

Pada inti bintang, helium berkumpul sebagai hasil dari Reaksi berantai proton-proton dan siklus karbon-nitrogen-oksigen.

Reaksi fusi nuklir dua nukleus heloum-4 menghasilkan berilium-8, yang sangat tidak stabil, dan meluruh kembali menjadi nukleus yang lebih kecil dengan waktu paruh yaitu 8,19×10−17 s. Bila pada masa tersebut terdapat partikel alfa ketiga yang melebur dengan nukleus berilium-8,[3] maka hal tersebut akan memproduksi wujud resonansi terkejut dari karbon-12, yang dikenal dengan Wujud Hoyle, yang hampir selalu meluruh kembali menjadi tiga partikel alfa. Namun setiap 2421.3 kali pembentukan, karbon-12 tersebut berubah menjadi wujud dasar stabil karbon-12.[4] Saat suatu bintang kehabisan hidrogen untuk digunakan sebagai bahan bakarnya, maka bintang tersebut mulai mengecil dan memanas. Jika suhu pusatnya meningkat sampai 100 miliar Kelvin,[5] 6 kali lebih panas daripada inti Matahari, partikel alfa dapat melebur dengan cukup cepat untuk melewati penghalang berilium-8 dan memproduksi jumlah karbon-12 yang signifikan.

Referensi

  1. ↑ Appenzeller; Harwit; Kippenhahn; Strittmatter; Trimble, ed. (1998). Astrophysics Library (Edisi 3rd). New York: Springer.
  2. ↑ Carroll, Bradley W. & Ostlie, Dale A. (2007). An Introduction to Modern Stellar Astrophysics. Addison Wesley, San Francisco. ISBN 978-0-8053-0348-3.
  3. ↑ Lua error in Modul:Citation/CS1/Utilities at line 82: bad argument #1 to 'message.newRawMessage' (string expected, got nil).
  4. ↑ The carbon challenge, Morten Hjorth-Jensen, Department of Physics and Center of Mathematics for Applications, University of Oslo, N-0316 Oslo, Norway: 9 May 2011, Physics 4, 38
  5. ↑ Wilson, Robert (1997). "Chapter 11: The Stars – their Birth, Life, and Death". Astronomy through the ages the story of the human attempt to understand the universe. Basingstoke: Taylor & Francis. ISBN 9780203212738.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan