Selasa, 22 September 2026
15:51 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara
Prometheus (mitologi)

Prometheus (mitologi)

Mitologi Yunani
Titan
Titanomakhia
12 Titan
Anak-anak Titan
Dari Hiperion
Dari Koios
Dari Iapetos
Dari Krios
Daftar tokoh mitologi Yunani

Dalam mitologi Yunani, Prometheus (bahasa Yunani:Προμηθεύς) adalah seorang Titan yang dikenal karena kecerdasan dan keahliannya, dia mencuri api Zeus dan memberikannya kepada manusia. Zeus kemudian menghukumnya atas kejahatan ini dengan mengikatnya pada sebuah batu sementara seekor burung Elang besar setiap hari memakan hatinya, tetapi hatinya akan tumbuh kembali untuk kemudian dimakan lagi oleh burung elang itu besok harinya.

Dalam mitologi

250px-Gustave_Moreau_006.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Prometheus, oleh Gustave Moreau, (1868).

Mitologi Prometheus pertama muncul dalam wiracarita Yunani karya Hesiodos (sekitar. 700 SM).[1] Dia adalah putra dari Titan Iapetos dengan Themis atau Klimene, salah seorang Okeanid. Dia bersaudara dengan Menoitios dan Epimetheus. Dalam Theogonia, Hesiodos memperkenalkan Prometheus sebagai penantang Zeus.

Di Sikion, sebuah hidangan persembahan menandai "dimulainya pertikaian" antara kaum manusia dan dewa. Ketika itu, Prometheus melakukan sebuah tipuan terhadap Zeus.[2] Dia meletakkan dua persembahan korban di Olimpia: yang pertama adalah daging kerbau yang disembunyikan dalam perut sapi (makanan yang tersembunyi di dalam bungkus yang menjijikkan), dan yang kedua adalah tulang kerbau yang dibungkus secara rapi dalam 'lemak yang mengkilat" (sesuatu yang tidak bisa dimakan di dalam bungkus yang menggiurkan). Zeus memilih yang terakhir sehingga untuk masa-masa berikutnya manusia berhak menyimpan daging untuk mereka sendiri dan membakar tulangnya serta kemudian membungkusnya dalam lemak sebagai persembahan untuk dewa.

Hal ini membuat Zeus marah, sebagai balasannya, ia menyembunyikan api dari manusia. Mengetahui hal ini, Prometheus segera mencari dewi Athena dan memohon izin kepadanya agar diperbolehkan datang ke Gunung Olimpus. Saat dia datang, dia menyalakan obor pada kereta matahari yang membara, dan kemudian dengan sekali pukul ia hancurkan kereta tersebut menjadi potongan arang yang membara, yang kemudian dia gunakan untuk menyalakan sekumpulan batang jerami raksasa. Setelah ia matikan obornya, ia pergi dan kemudian memberikan api tersebut pada manusia. Kemarahan Zeus makin bertambah, ia segera mengutus Epimetheus, saudara Prometheus, dan Pandora (wanita pertama, yang dibuat Hefaistos) untuk menghukum umat manusia.

Informasi lebih lanjut: Pandora dan kotak Pandora

Hukuman Prometheus

Zeus yang marah karena telah dua kali ditipu oleh Prometheus akhirnya menghukum sang Titan. Prometheus, dalam hukumannya yang abadi, dirantai ke sebuah batu di Kaukasia, tempat hatinya dimakan setiap hari oleh seekor burung elang atau dalam beberapa versi, burung gagak dan setiap malam hatinya akan kembali utuh. Bertahun-tahun kemudian sang pahlawan Yunani Herakles akan membunuh burung itu dan membebaskan Prometheus dari rantai yang mengikatnya.

Referensi

Wikibooks memiliki informasi lebih lanjut di:
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan