Kamis, 29 Oktober 2026
17:08 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Prinsip antropik

Bagikan:

Prinsip antropik adalah sekelompok prinsip yang mencoba menentukan seberapa besar kemungkinan pengamatan kita terhadap alam semesta, mengingat bahwa kita hanya bisa berada di jenis alam semesta tertentu untuk memulai pengamatan.[1] Dengan kata lain, pengamatan ilmiah tentang alam semesta bahkan tidak akan mungkin terjadi jika hukum alam semesta tidak sesuai dengan perkembangan makhluk hidup. Para pendukung prinsip antropik berpendapat bahwa hal itu menjelaskan mengapa alam semesta ini memiliki usia dan konstanta fisik fundamental yang diperlukan untuk mengakomodasi kehidupan sadar, karena jika keduanya berbeda, kita tidak akan pernah ada untuk melakukan pengamatan. Penalaran antropik sering digunakan untuk menjelaskan gagasan bahwa alam semesta tampaknya disetel dengan baik.[2]

Ada banyak rumusan berbeda tentang prinsip antropik. Filsuf Nick Bostrom berpendapat bahwa terdapat tiga puluh rumusan berbeda, tetapi prinsip-prinsip itu dapat dibagi menjadi bentuk "lemah" dan "kuat", bergantung pada jenis klaim kosmologis yang dimilikinya. Prinsip antropik lemah (WAP) seperti yang didefinisikan oleh Brandon Carter, menyatakan bahwa alam semesta yang teratur adalah hasil dari bias seleksi (khususnya bias survivorship). Sering kali argumen semacam itu didasarkan pada beberapa gagasan tentang alam semesta paralel agar terdapat populasi statistik alam semesta untuk dipilih. Namun demikian, satu alam semesta yang luas cukup untuk sebagian besar bentuk WAP yang tidak secara khusus menangani penyetelan halus. Prinsip antropik yang kuat (SAP), seperti yang dikemukakan oleh John D. Barrow dan Frank Tipler, menyatakan bahwa alam semesta dalam keadaan tertentu pada akhirnya memiliki kesadaran, dan kehidupan manusia muncul sekonyong-konyong di dalamnya.

Rujukan

  1. ↑ Bostrom, Nick (9 Februari 2020). "Was the Universe Made for Us?". Anthropic Principle. The data we collect about the Universe is filtered not only by our instruments' limitations, but also by the precondition that somebody be there to "have" the data yielded by the instruments (and to build the instruments in the first place).{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "James Schombert, Department of Physics at University of Oregon: Anthropic Principle". Diarsipkan dari asli tanggal 2012-04-28. Diakses tanggal 2021-01-02.

Daftar pustaka

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik fisika ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan