Rabu, 30 September 2026
14:18 WIB
TERKINI
Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu
Amunisi berpemandu presisi

Amunisi berpemandu presisi

Bagikan:
250px-BGT_Hosbo.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
HOPE/HOSBO dari Luftwaffe dengan kombinasi pemandu GPS/INS dan elektro-optikal
250px-Laser_guided_munition_CIA_report.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Diagram menunjukkan penggunakan sebuah amunisi berpandu laser. CIA report, 1986.

Amunisi berpandu presisi (PGM—precision-guided munition, senjata pintar, amunisi pintar) adalah amunisi yang memiliki sistem pemandu internal yang memandu rudal atau bom untuk mengenai sasaran yang dituju secara spesifik, dengan tujuan mengurangi kerusakan yang tak diinginkan.

Karena efek kerusakan senjata berpeledak akan berkurang seiring bertambahnya jarak akibat hukum kuadrat terbalik, peningkatan akurasi bahkan yang sedikit sekalipun akan mengurangi jumlah atau kekuatan bom yang diperlukan untuk menyerang sebuah sasaran. Maka dari itu, bahkan jika beberapa bom berpandu meleset dari sasarannya, risiko mengenai penduduk sipil dan jumlah kerusakan yang tak diinginkan akan berkurang.

Jenis

Senjata berpandu radio

Artikel utama: Pemandu komando

Jerman merupakan negara pertama yang mengenalkan PGM dalam pertempuran, melalui KG 100 yang menjatuhkan bom gravitasi lapis baja Fritz X seberat 1.400 kg yang dipandu oleh sistem radio pemandu Kehl-Straßburg.[1]

Senjata berpandu inframerah/elektro-optikal

Artikel utama: Pemandu inframerah

Pada Perang Dunia II, National Defense Research Committee Amerika Serikat mengembangkan bom VB-6 Felix yang menggunakan inframerah untuk menjejak kapal laut. Ketika bom ini diproduksi pada tahun 1945, bom ini tidak pernah digunakan secara operasional.[1] Pemandu presisi telah diaplikasikan pada persejataan selain hulu ledak bom konvensional.

Senjata berpandu laser

Artikel utama: Pemandu laser

Pada 1962, AD Amerika Serikat memulai penelitian sistem pemandu laser dan pada 1967, USAF mengadakan evauasi kompetitif yang menghasilkan bom berpandu laser pertama di dunia, BOLT-117, pada 1968. Semua bom berpandu laser bekerja dalam cara yang sama, mengandalkan sasaran yang disinari oleh penanda laser di darat atau pesawat. Bom ini memiliki kelemahan yaitu tidak dapat digunakan dalam kondisi cuaca yang buruk, ketika iluminasi sasaran tidak dapat terlihat, atau ketika penanda sasaran tidak dapat mendekatinya.

Senjata berpandu radar

Artikel utama: Pemandu radar
250px-F-22_bomb.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah F-22 Raptor melepaskan sebuah JDAM dari gantungan senjata internalnya ketika terbang dengan kecepatan supersonik

Senjata anti-tank ringan Hellfire II buatan Lockheed-Martin menggunakan radar pada Boeing AH-64D Apache Longbow untuk menyediakan pemanduan tembak-dan-lupakan terhadap senjata tersebut.

Senjata berpandu satelit

Pelajaran yang didapatkan dari Perang Teluk Pertama menunjukkan pentingnya amunisi presisi, sekaligus kesulitan-kesulitan dalam menggunakannya, terutama ketika pengelihatan terhadap tanah atau sasaran dari udara terganggu.[2] Masalah pengelihatan tidak memengaruhi senjata berpandu satelit seperti Joint Direct Attack Munition (JDAM) atau Joint Stand-Off Weapon (JSOW) yang menggunakan sistem satelit GPS untuk memandunya. Senjata ini dapat digunakan dalam segala kondisi cuaca tanpa perlu bantuan unit darat.

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 Fitzsimons, Bernard. (1977). The Illustrated encyclopedia of 20th century weapons and warfare. London: Latimer House. ISBN 0906704006. OCLC 10485829.
  2. ↑ "News". www.af.mil. Diakses tanggal 2019-04-14.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan