Rabu, 30 September 2026
20:31 WIB
TERKINI
Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh

Posmodernisme

Bagikan:
Ada usul agar artikel ini digabungkan dengan Pascamodernisme. (Diskusikan)

Posmodernisme adalah sebuah gerakan yang memengaruhi seni dan budaya pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Posmodernisme berasal dari kata "post" pada kata "postmodern" yang memiliki arti "setelah". Posmodernisme merupakan sebuah ide-ide serta nilai-nilai yang memiliki keterkaitan dan hubungan dengan bentuk dari modernisme. Modernisme memiliki fokus untuk memisahkan antara seni dan budaya populer.

Seorang filsuf, Jean-François Lyotard mendefinisikan bahwa posmodernisme adalah sebuah kondisi dimana posmodernisme sebagai ketidakpercayaan pada ilmu pengetahuan serta hal lain yang ada dalam lingkup modernitas, contohnya seperti Marxisme. Sedangkan ahli teori sastra, Fredric Jameson, mempunyai pendapat bahwa posmodernisme merupakan "logika budaya kapitalisme akhir" atau yang dimaksud adalah kapitalisme konsumen multinasional, pascaindustri, dan post-Fordis.

Posmodernisme juga memengaruhi karya pada beberapa bidang, yaitu arsitektur dan seni visual modern. Awal mula posmodernisme memengaruhi bidang arsitektur adalah dengan terbengkalainya proyek perumahan Pruitt-Igoe. Jencks memiliki pendapat, bahwa berakhirnya proyek modernisme adalah karena para arsitek lebih memiliki ketertarikan pada teknologi, struktur, dan makna. Sedangkan posmodernisme lebih tertarik pada tampilan bangunan, kode ganda (ironi), dan konteks vernakular.

Sedangkan pada bidang seni visual, posmodernisme mulai menjadi wacana pada tahun 1980-an. Posmodernisme sering dikaitkan dengan beberapa seniman New York, seperti Sherrie Levine, Richard Prince, dan Cindy Sherman. Para seniman tersebut sering terlibat dalam kegiatan apropriasi gambar.[1]

Referensi

  1. ↑ Palmer, Daniel (2023-06-13). "Apa itu postmodernisme?". The Conversation (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2024-10-03.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan