Selasa, 22 September 2026
05:58 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya

PolyGram

perusahaan asal Amerika Serikat

PolyGram
PolyGram
PendiriPhilips Records dan Deutsche Grammophon
Dibubarkan1999
Status akhirDi jual pada Seagram dan disatukan dengan Universal Music Group serta Universal Studios tahun 1999
PenerusUniversal Music Group
Universal Studios
IndukPhilips (1962–1998)
Seagram (1998–1999)

PolyGram merupakan perusahaan label rekaman asal Amerika Serikat yang diprakarsai oleh Philips dan Siemens sebagai sebuah perusahaan induk untuk kepentingan musik mereka pada tahun 1979. Nama itu dipilih untuk mencerminkan kepemilikan Siemens Polydor Records dan kepemilikan Philips Phonogram. Perusahaan ini melacak asal-usulnya melalui Deutsche Grammophon kembali kepada penemu piringan gramofon datar, Emil Berliner.

Pada bulan Mei 1998, perusahaan tersebut dijual kepada penyuling alkohol Seagram yang memiliki perusahaan film, televisi dan musik Universal Studios. PolyGram dengan demikian digabungkan menjadi Universal Music Group, yang merupakan penerus Seagram dari MCA Inc. Ketika divisi hiburan Seagram yang baru dibentuk menghadapi kesulitan keuangan, divisi tersebut dijual ke Vivendi.

Di Indonesia, Polygram dikelola oleh PT. Suara Sentral Sejati yang saat itu juga memiliki label rekaman bernama Blackboard.

Label terkenal

Lihat pula

Referensi

  • Bakker, Gerben. "The Making of a Music Multinational: The International Strategy of PolyGram, 1945-1988." Business History Review 80:1 (Spring 2006), pp. 81–123. (preprint)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan