Jumat, 02 Oktober 2026
08:44 WIB
TERKINI
Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti

PolyGram

perusahaan asal Amerika Serikat

Bagikan:
PolyGram
PolyGram
PendiriPhilips Records dan Deutsche Grammophon
Dibubarkan1999
Status akhirDi jual pada Seagram dan disatukan dengan Universal Music Group serta Universal Studios tahun 1999
PenerusUniversal Music Group
Universal Studios
IndukPhilips (1962–1998)
Seagram (1998–1999)

PolyGram merupakan perusahaan label rekaman asal Amerika Serikat yang diprakarsai oleh Philips dan Siemens sebagai sebuah perusahaan induk untuk kepentingan musik mereka pada tahun 1979. Nama itu dipilih untuk mencerminkan kepemilikan Siemens Polydor Records dan kepemilikan Philips Phonogram. Perusahaan ini melacak asal-usulnya melalui Deutsche Grammophon kembali kepada penemu piringan gramofon datar, Emil Berliner.

Pada bulan Mei 1998, perusahaan tersebut dijual kepada penyuling alkohol Seagram yang memiliki perusahaan film, televisi dan musik Universal Studios. PolyGram dengan demikian digabungkan menjadi Universal Music Group, yang merupakan penerus Seagram dari MCA Inc. Ketika divisi hiburan Seagram yang baru dibentuk menghadapi kesulitan keuangan, divisi tersebut dijual ke Vivendi.

Di Indonesia, Polygram dikelola oleh PT. Suara Sentral Sejati yang saat itu juga memiliki label rekaman bernama Blackboard.

Label terkenal

Lihat pula

Referensi

  • Bakker, Gerben. "The Making of a Music Multinational: The International Strategy of PolyGram, 1945-1988." Business History Review 80:1 (Spring 2006), pp. 81–123. (preprint)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan