Senin, 21 September 2026
18:21 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Serbuk sari

Serbuk sari

Biji-bijian mengandung gametofit jantan dari tumbuhan berbiji

Translation arrow icon
Artikel atau bagian artikel ini diterjemahkan secara buruk. Kualitas terjemahannya masih kurang bagus. Bagian-bagian yang mungkin diterjemahkan dari bahasa lain masih perlu diperhalus dan disempurnakan. Anda dapat mempertimbangkan untuk menelusuri referensinya dan menulis ulang artikel atau bagian artikel ini. Anda juga dapat ikut bergotong royong pada ProyekWiki Perbaikan Terjemahan.
(Pesan ini dapat dihapus jika terjemahan dirasa sudah cukup tepat. Lihat pula: panduan penerjemahan artikel)
250px-Misc_pollen.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Berbagai bentuk serbuk sari (pollen) dari berbagai jenis tumbuhan.

Serbuk sari (bahasa Inggris: pollen) merupakan modifikasi dari sel sperma yang berfungsi sebagai alat penyebaran dan perbanyakan generatif pada tumbuhan berbunga dan tumbuhan biji terbuka.[1][2]

Secara sitologi, butir serbuk sari mengandung sel dengan tiga nukleus, yaitu satu inti vegetatif (inti tabung) dan dua inti generatif (sel sperma). Sel dalam serbuk sari dilindungi oleh dua lapisan dinding sel untuk mencegah dehidrasi:

  • Intina (intine): lapisan dalam yang lebih tipis dan terdiri dari selulosa.
  • Eksina (exine): lapisan luar yang tebal, keras, dan tahan lama karena tersusun atas zat biopolimer sporopollenin.[3]

Penyerbukan

Artikel utama untuk kategori ini adalah Penyerbukan.

Transfer serbuk sari dari organ jantan (benang sari/antera) ke organ betina (putik/stigma) dinamakan penyerbukan. Berdasarkan perantaranya, penyerbukan dibedakan menjadi:

  • Anemofili (bantuan angin): Tumbuhan menghasilkan serbuk sari dalam jumlah sangat banyak, berukuran kecil, ringan, dan terkadang memiliki struktur bersayap (misalnya pada pohon pinus).
  • Entomofili (bantuan serangga): Tumbuhan menghasilkan serbuk sari yang lebih besar, lengket, dan kaya protein untuk ditarik oleh serangga penyerbuk.[3]

Alergi Serbuk Sari

Alergi akibat menghirup serbuk sari melayang di udara sering disebut sebagai hay fever (rinitis alergi). Serbuk sari yang paling sering memicu alergi berasal dari tumbuhan anemofili karena ukurannya yang kecil dan mudah terbawa angin dalam jumlah besar.

Gejala umum alergi ini meliputi bersin-bersin, hidung tersumbat, dan iritasi mata. Penanganannya dapat menggunakan obat antihistamin atau dekongestan atas petunjuk dokter.[2]

Kegunaan dalam Forensik dan Paleoekologi

Kandungan sporopollenin pada dinding luar (eksina) membuat serbuk sari sangat awet dan tidak mudah hancur dalam catatan fosil. Cabang ilmu yang mempelajari serbuk sari dinamakan palinologi.

Dalam bidang forensik dan paleoekologi, analisis jenis serbuk sari bermanfaat untuk:

  • Mengidentifikasi asal-usul lokasi atau lingkungan dari suatu objek/bukti forensik.
  • Rekonstruksi iklim dan vegetasi masa lalu (paleoklimatologi).[1]

Lihat Pula

Referensi

  1. 1 2 "Pollen | Definition, Benefits & Production". study.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-07-22.
  2. 1 2 "Pollen | Science | Research Starters | EBSCO Research". EBSCO (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-07-22.
  3. 1 2 "Pollen | Description, Characteristics, Importance, Pollination, & Facts | Britannica". www.britannica.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-07-22.

Pranala Luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Pollen.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan