Kamis, 08 Oktober 2026
05:44 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya
Piringan langit Nebra

Piringan langit Nebra

Bagikan:
250px-Nebra_Scheibe.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Piringan langit Nebra
250px-1600_Himmelsscheibe_von_Nebra_sky_disk_anagoria.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Foto piringan langit Nebra yang disimpan di Museum Pergamon.

Piringan langit Nebra adalah sebuah piringan atau cakram perunggu, dengan berat 2,2 kg dan berdiameter sekitar 30 cm, yang dilapisi patina warna hijau kebiru-biruan dan bertatahkan simbol-simbol emas. Secara umum, simbol-simbol emas tersebut ditafsirkan sebagai matahari, bulan purnama, bulan sabit, dan bintang-bintang (termasuk kelompok tujuh bulatan di tengah-agak ke atas yang ditafsirkan sebagai Pleiades). Dua busur emas di pinggir kiri dan kanan, ditafsirkan untuk menandai sudut solstice yang ditambahkan kemudian. Penambahan terakhir adalah busur lain di bagian tengah-bawah dengan beberapa goresan (maknanya tidak pasti, ada yang menafsirkannya sebagai Kapal Khufu dengan banyak dayung, Bima Sakti, atau Pelangi).

Piringan langit Nebra merupakan penggambaran konkret kosmos tertua yang pernah dikenal di dunia. Pada bulan Juni 2013 itu dimasukkan dalam Program Memori Dunia UNESCO dan disebut "salah satu penemuan arkeologis paling penting dari abad kedua puluh.""[1]

Referensi

  1. ↑ "Nebra Sky Disc". Unesco memory of the World. 2013.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan