Minggu, 04 Oktober 2026
11:31 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Kodok suriname

Kodok suriname

jenis kodok

Bagikan:
40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Januari 2023)
Kodok suriname
250px-Pipa_pipa01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
P. pipa
Nama binomial
Pipa pipa
250px-Suriname_Toad_Pipa_pipa_distribution_map.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Suriname toad range.[2]
Sinonim

Pipa americana Laurenti, 1768

Artikel takson sembarang
250px-Surinam_toad_%28DFdB%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kodok Suriname menyimpan telur dan anak-anaknya di dalam lubang di kulitnya

Kodok suriname atau nama ilmiahnya Pipa pipa adalah sejenis kodok berbadan pipih lebar yang ditemukan di Bolivia, Brasil, Kolombia, Ekuador, Guiana Prancis, Peru, Suriname, Trinidad dan Tobago, Suriname, dan Venezuela. Di Spanyol kodok ini dipanggil aparo, rana comun de celdillas, rana tablacha, sapo chinelo, sapo chola, atau sapo de celdas. Di Portugis, kodok ini dinamai sapo pipa. Pipa berarti layang-layang. Habitatnya di hutan lembap tropis atau sub tropis, rawa subtropis atau tropis, dan daerah paya.

Badan kodok ini datar dan pipih. Kakinya berjaring lebar dengan kaki depan mirip bintang dengan ukuran kecil. Panjangnya bisa mencapai 20 cm (8 in) walau biasanya panjangnya 10–13 cm (4–5 in). Matanya kecil, tanpa gigi dan lidah.

Kodok ini terkenal karena menyimpan telur di dalam kulit hingga menetas dan akan terus berada di sana hingga siap lepas dari induknya.

250px-Pipa_pipa_whole_body.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Anak kodok suriname mulai keluar dari kulit induknya

Reproduksi

Kodok suriname terkenal dengan kebiasaan reproduksinya yang unik. Tidak seperti kodok lain, pejantan tidak mengeluarkan suara besar untuk menarik betina. Mereka menggunakan suara klik yang tajam dengan menyentakkan tulang hyoid di tenggorokannya. .[3] Betina akan keluar dari permukaan air dan berputar-putar. Dalam setiap kali putaran, betina melepaskan 3 hingga 10 telur, yang kemudian ditaruh di kulit melalui bantuan gerakan pejantan. Setelah ditanam, telur akan tenggelam ke kulit dan membentuk kantong selama beberapa hari, mirip sarang lebah. Larva berkembang di kulit kodok menjadi anak kodok berukuran kurang dari 2 cm. Setelah keluar dari punggung induknya, kodok akan memulai kehidupan mandiri.

Setelah anak-anaknya lepas dari kulitnya, induk kodok akan melepas perlahan lapisan kulitnya dan memulai lagi siklus perkawinan.[4]

Video

Beberapa video Youtube memperlihatkan proses reproduksi katak suriname:

Referensi

  1. ↑ IUCN SSC Amphibian Specialist Group (2015). "Pipa pipa". The IUCN Red List of Threatened Species. 2015. IUCN: e.T58163A61414791. doi:10.2305/IUCN.UK.2015-4.RLTS.T58163A61414791.en. Diakses tanggal 12 Desember 2017.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ IUCN (International Union for Conservation of Nature), Conservation International & NatureServe. 2010. Pipa pipa. In: IUCN 2015. The IUCN Red List of Threatened Species. Version 2015.2. "Archived copy". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-06-27. Diakses tanggal 2011-01-24.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Salinan terarsip sebagai judul (link). Downloaded on 10 July 2015.
  3. ↑ Piper, Ross (2007), Extraordinary Animals: An Encyclopedia of Curious and Unusual Animals, Greenwood Press.
  4. ↑ https://www.wired.com/2013/12/absurd-creature-of-the-week-the-toad-whose-young-erupt-from-her-skin/
Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Pipa pipa.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan