Minggu, 11 Oktober 2026
13:08 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober
Pining bawang

Pining bawang

Spesies tumbuhan

Bagikan:
Pining bawang
250px-Hornste_allia_100122-496_fr_gmalg.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pining bawang (Hornstedtia alliacea)
dari Gunung Malang, Cikidang, Sukabumi
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Monokotil
Klad: Commelinidae
Ordo: Zingiberales
Famili: Zingiberaceae
Genus: Hornstedtia
Spesies:
H. alliacea
Nama binomial
Hornstedtia alliacea
(Teijsm. & Binn.) Valeton (1912)
Sinonim
  • Donacodes alliacea Teijsmann & Binnendijk
  • Hornstedtia conica Ridley (1899)
  • Hornstedtia sarawacensis (K.Schum.) K.Schum. in Engler (1904)

Pining bawang (Hornstedtia alliacea, sinonim: Hornstedtia conica) adalah sejenis tumbuhan penghasil buah anggota suku jahe-jahean (Zingiberaceae). Buahnya yang manis agak masam biasa dimakan dalam keadaan segar. Nama lainnya adalah ketimbang ketanim (Lampung), Golobe (Halmahera),[1][2] Gelobak, dan Dum (Moi).

Pengenalan

250px-Hornste_allia_100122-493_fl_gmalg.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tandan bunga muncul dekat pangkal batang. Yang berwarna merah jambu adalah labellum

Terna tahunan yang ramping, tumbuh hingga tinggi 3,5 m, membentuk rumpun yang rapat. Rimpang tertanam dangkal atau mencuat di permukaan tanah. Daun bentuk lanset sempit terbalik, 55–65 × 5–12 cm,[2] gundul di kedua permukaannya, berujung meruncing seperti ekor.[3]

Bunga dalam tandan berbentuk gelendong, lk. panjang 11 cm termasuk tangkainya. Labellum[4] panjang 3 cm, jauh lebih panjang daripada mahkota bunga, tengahnya menebal, dengan ujung membundar bertepi menggelombang.[3] Ketika menjadi buah, tandan kemudian menggembung serupa bawang besar, berdiameter 4–5 cm; buah buni majemuk tertutupi daun pelindung berlapis-lapis, bentuk jorong, 3 × 2 cm. Biji-biji kecil, lk. 2 mm, kehitaman, terlindung salut biji putih keperakan serupa lendir yang asam manis rasanya.[2]

Kegunaan

250px-Hornste_allia_100122-480_fr_gmalg.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tandan buah yang dikupas, memperlihatkan buah-buah penyusunnya

Buahnya terutama dimakan dalam keadaan segar, disukai karena salut bijinya yang mengandung banyak sari buah yang masam manis rasanya. Buah ini juga bisa dibuat sebagai manisan.[2]

Ekologi dan penyebaran

250px-Hornste_allia_100122-482_h_gmalg.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rumpun pining bawang

Hidup liar dan terpencar-pencar di hutan atau kebun talun, terutama pada tanah lembap yang kaya akan humus. Tumbuhan ini dapat diperbanyak dengan ujung rimpang yang berakar, meski hanya kadang-kadang saja dibudidayakan.

Menyebar di Indonesia (Jawa, Sumatra), Kalimantan,Pulau Halmahera, Provinsi Maluku dan Semenanjung Malaya, termasuk di wilayah Thailand.

Referensi

  1. ↑ Heyne, K. 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia, jil. 1. Terj. Yayasan Sarana Wana Jaya, Jakarta. Hal. 590
  2. 1 2 3 4 Jansen, P.C.M., J. Jukema, L.P.A. Oyen & T.G. van Lingen. 1991. Hornstedtia alliacea (Teysm. & Binnend.) Valeton Diarsipkan 2016-07-01 di Wayback Machine Internet Record from Proseabase. Verheij, E.W.M. and R.E. Coronel (Editors). PROSEA (Plant Resources of South-East Asia) Foundation, Bogor, Indonesia. Diakses pada 27-Jan-2010
  3. 1 2 Maknoi, C. 2009. A preliminary study of the genus Hornstedtia (Zingiberaceae) in Thailand[pranala nonaktif permanen]. Thai For. Bull. (Bot.) special issue: 138-142.
  4. ↑ bibir, yakni staminodia yang membesar, melebar, dan berwarna-warni

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Hornstedtia conica.


Ikon rintisan

Artikel bertopik tumbuhan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan