Senin, 12 Oktober 2026
23:56 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM
Phthonos

Phthonos

Bagikan:
Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. Silakan mengembangkan artikel ini dengan menambahkan pranala yang relevan ke konteks pada teks yang sudah ada. (Agustus 2025) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
250px-Phthonos.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lukisan vas Armento pada tahun 375-350 SM

Phthonus (bahasa Yunani: Φθόνος, Phthónos) merupakan personifikasi dari iri hati dan kebencian dalam mitologi Yunani Kuno. Sosok ini sering muncul dalam berbagai karya sastra klasik seperti Dionysiaca karya Nonnus dan "Hymn kepada Apollo" karya Callimachus. Phthonus berkaitan erat dengan sikap negatif yang timbul karena keberuntungan dan keberhasilan orang lain.[1]

Menurut legenda, Phthonus merupakan keturunan Nyx dan Dionysus, sementara versi lain mengatakan Aphrodite.[2] Phtonos tergolong sebagai daimon, yaitu roh atau entitas yang mewakili konsep abstrak. Dalam representasi klasik, Phthonus sering melambangkan kedengkian dan permusuhan di antara umat manusia maupun para dewa.

Dalam Dionysiaca, Phthonus telah menumbuhkan rasa curiga Hera terhadap Semele, yang merupakan kekasih Zeus. Tindakan ini memicu serangkaian peristiwa yang berakhir pada kematian Semele.[3] Sementara itu, menurut buku "Hymn kepada Apollo" karya Callimachus memuat kisah ketika Phthonus memprovokasi Apollo sehingga tercipta perselisihan. Peran Phthonus sering sejajar dengan Éris, dewi perselisihan, meskipun lebih berfokus secara personal.

Phthonus memiliki keterkaitan erat dengan Invidia sebagai padanan feminim yang melambangkan hal serupa.[4] Keberadaan Phthonus mencerminkan pandangan Yunani Kuno dan Romawi Kuno terhadap Iri hati sebagai kekuatan yang merusak harmoni, baik dalam hubungan pribadi maupun kehidupan sosial. Kisah-kisah yang melibatkan Phthonus berfungsi sebagai peringatan kepada kita akan bahaya dari sikap tersebut.

Referensi

  1. ↑ "Phthonos and Misfortune". Oxford Academic. Oxford University Press. Diakses tanggal 10 Agustus 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Narratives of Phthonos". Oxford Academic. Oxford University Press. Diakses tanggal 10 Agustus 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Nonnus (1940). Dionysiaca. Diterjemahkan oleh W. H. D. Rouse. Harvard University Press.
  4. ↑ "The Many Faces of Envy in Ancient Civilizations". National Geographic History. National Geographic. Diakses tanggal 10 Agustus 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan