Minggu, 04 Oktober 2026
12:52 WIB
TERKINI
Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya
Philippe Pétain

Philippe Pétain

Bagikan:
Philippe Pétain
250px-Philippe_P%C3%A9tain_1941_Portrait_photograph.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pétain pada tahun 1941
Chef de l'État Français
Masa jabatan
11 Juli 1940 –20 Agustus 1944
PendahuluAlbert Lebrun (Presiden)
PenggantiCharles de Gaulle (Ketua Pemerintahan Sementara)
Perdana Menteri Prancis
Masa jabatan
16 Juni 1940 –18 April 1942
PresidenAlbert Lebrun
Dirinya sendiri (sebagai Kepala Negara)
Wakil
PendahuluPaul Reynaud
PenggantiPierre Laval
Wakil Perdana Menteri Prancis
Masa jabatan
18 Mei 1940 –16 Juni 1940
PresidenAlbert Lebrun
PendahuluCamille Chautemps
PenggantiCamille Chautemps
Menteri Negara
Masa jabatan
1 Juni 1935 –4 Juni 1935
Menteri Perang
Masa jabatan
9 Februari 1934 –8 November 1934
PresidenAlbert Lebrun
PendahuluJoseph Paul-Boncour
PenggantiLouis Maurin
Kepala Staf Angkatan Darat
Masa jabatan
30 April 1917 –16 Mei 1917
PresidenRaymond Poincaré
Menteri PerangPaul Painlevé
PendahuluRobert Nivelle
PenggantiFerdinand Foch
Komandan Grand Quartier Général
Masa jabatan
16 Mei 1917 –20 Oktober 1919
PresidenRaymond Poincaré
Menteri PerangPaul Painlevé
Georges Clemenceau
PendahuluRobert Nivelle
PenggantiGQG bubar
Komandan Angkatan Darat ke-2
Masa jabatan
21 Juni 1915 –1 Mei 1916
PresidenRaymond Poincaré
Menteri PerangAlexandre Millerand
Joseph Gallieni
Kepala StafJoseph Joffre
PendahuluNoël Édouard
PenggantiRobert Nivelle
Komandan Divisi Infanteri ke-6
Masa jabatan
31 Agustus 1914 –20 Oktober 1914
PresidenRaymond Poincaré
Menteri PerangAlexandre Millerand
Kepala StafJoseph Joffre
PendahuluUnit militer dibentuk
PenggantiCharles Jacquot
Duta Besar Prancis untuk Spanyol
Masa jabatan
9 Maret 1939 –18 Mei 1940
PresidenAlbert Lebrun
Kementerian Luar NegeriGeorges Bonnet
Édouard Maladier
Paul Reynaud
PendahuluEirik Labonne
PenggantiFrançois Piétri
Informasi pribadi
LahirHenri Philippe Bénoni Omer Joseph Pétain
24 April 1856
Meninggal23 Juli 1951(1951-07-23) (umur 95)
Île d'Yeu, Prancis
Suami/istri
​
(m. 1920)​
Tanda tangan
Karier militer
Pihak
Dinas/cabangAngkatan Darat Prancis
PangkatGénéral d'armée (dicabut)
Pertempuran/perang
Penghargaan
Criminal conviction
Informasi kriminal
VonisPengkhianatan negara
Hukuman pidana
Mati; diubah menjadi hukuman penjara seumur hidup

Henri Philippe Bénoni Omer Joseph Pétain (Prancis:[filippetɛ̃]; 24 April 1856 – 23 Juli 1951), lebih dikenal sebagai Marsekal Pétain (Prancis: maréchal Pétain, [maʁeʃalpetɛ̃]), adalah seorang jenderal Prancis dan menjadi pahlawan nasional semasa Perang Dunia I. Namun ia mengalami titik balik dalam hidupnya setelah menjadi Pemimpin Vichy Prancis, sebuah negara boneka Jerman selama Perang Dunia II.[1][2][3][4][5][6][7]

Karena kepemimpinannya dalam Perang Dunia I, Pétain dianggap sebagai pahlawan Prancis, tetapi karena tindakannya pada Perang Dunia II menyebabkan dia diadili dan dihukum mati karena pengkhianatan, yang kemudian diringankan menjadi penjara seumur hidup oleh Charles de Gaulle.[2][8]

Riwayat Awal

Selama karier militernya, Pétain adalah salah satu perwira militer Prancis yang sangat berprestasi. Prestasi Pétain yang tertinggi adalah pada saat terlibat dalam Pertempuran Verdun, salah satu pertempuran terpanjang dalam teater Perang Dunia I antara Kekaisaran Jerman melawan Prancis.[2][9]

Karier Politik

Bendera Kepresidenan Prancis Vichy yang digunakan oleh Pétain.

Karena kontribusinya pada Prancis selama Perang Dunia I, Pétain dipandang sebagai seorang negarawan terkemuka, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Sejak saat itulah, karier politik Pétain terus menanjak. Puncaknya adalah ketika Perdana Menteri Prancis saat itu, Paul Reynaud mengangkat Pétain sebagai menteri dalam kabinetnya, bersama-sama dengan Jenderal Maxime Weygand dan Kolonel Charles de Gaulle.[1] Nama terakhir kemudian menjadi musuh politik Pétain ketika Prancis hidup di bawah kuasa Jerman.

Awalnya pengangkatan Pétain oleh Reynaud sebagai Menteri Perang diharapkan agar Sang Marshal bisa menjadi inspirasi bagi tentara Prancis, terutama mengingat tentara Jerman sudah semakin kuat di bawah rezim Reich Ketiga. Namun Pétain justru melihat kondisi sosial-politik Prancis sudah tidak sehat, ia justru melawan Reynaud. Kondisi semakin buruk bagi pemerintahan Reynaud, terutama setelah Jerman berhasil menembus pertahanan Prancis pada Mei 1940.[1]

Ketika tentara Jerman sudah berhasil menaklukkan sebagian besar Prancis, terjadi perselisihan di dalam kabinet Reynaud, terutama di Kementerian Perang yang dipimpin oleh Pétain. Sebagian menteri yang masih setia pada Reynaud meminta pemerintah Prancis untuk mengasingkan diri ke wilayah koloni Prancis di Afrika Utara atau ke wilayah Britania Raya. Sementara yang menentang Reynaud (termasuk Pétain) tetap ingin bertahan di Paris. Karena perpecahan ini, Perdana Menteri Reynaud memutuskan untuk mundur dan Presiden Albert Lebrun memberikan amanah kepada Pétain untuk membentuk pemerintahan baru.[1]

Setelah mendapatkan amanah dari Lebrun, posisi politik Pétain semakin kuat. Atas desakan dari publik Prancis, Lebrun memutuskan untuk mundur sebagai Presiden Prancis dan menyerahkan jabatan itu kepada Pétain. Puncaknya setelah Pétain memiliki otoritas tertinggi dalam pemerintahan Prancis, ia menandatangani perjanjian penyerahan kepada Jerman pada 22 Juni 1940. Hasil dari perjanjian itu adalah Jerman menguasai seluruh wilayah Normandia di utara dan barat Prancis, dan termasuk ibukota Paris. Sementara pemerintah Prancis menguasai sisa wilayah Prancis dengan pusat pemerintahan baru di Vichy, oleh karena itulah pemerintahan Pétain disebut sebagai rezim Prancis Vichy.[10][11]

Rezim Vichy

Setelah penyerahan kalah Prancis atas Jerman, Parlemen Prancis atau Assembleé Nationale segera mengadakan rapat paripurna. Parlemen memutuskan untuk mereduksi konsep trias politica dalam sistem politik Prancis, dan kemudian menyerahkan semua urusan yudikatif dan legislatif ke lembaga eksekutif yang dipimpin Pétain. Pada awalnya rencana parlemen ini hanya sementara sampai konstitusi baru dibentuk, tetapi hal ini sekaligus membuka kesempatan bagi Pétain dan faksi konservatif di parlemen untuk mendirikan rezim diktator baru di Prancis.[10]

Kebijakan

Dengan kekuasaan yang hampir tidak terbatas, Pétain langsung bertindak keras pada lawan-lawan politiknya. Ia memecat, mengasingkan, dan menangkap banyak pejabat sipil dan militer yang dianggap tidak mendukungnya, termasuk Charles de Gaulle yang terpaksa melarikan diri ke Britania Raya. Selain itu Pétain mendirikan unit militer baru yang diberinama Légion Française des Combattants, sebuah unit militer yang tidak pernah bertempur tetapi hanya untuk kepentingan politik praktis Pétain di tubuh militer Prancis. Ia juga menerapkan kebijakan antisemitisme sebagai upaya meraih simpati dari Jerman.[12]

Menjadi Kolaborator Nazi

Marshal Pétain bertemu dengan pemimpin Jerman Nazi, Adolf Hitler.

Rezim Vichy semakin jelas terindikasi menjadi boneka Jerman, hal ini terlihat ketika Pétain bertemu dengan pemimpin Reich Ketiga, Adolf Hitler pada Oktober 1940. Dalam pertemuan tersebut, Hitler memberikan penjelasan kepada Pétain tentang posisi Vichy dalam tatanan baru Eropa di bawah kekuasan Jerman. Selain itu Petain setuju untuk memberikan bantuan logistik kepada tentara Jerman dalam kampanye militernya selama Perang Dunia II.[13]

Selain memberikan dukungan logistik ke Jerman di Eropa, Pétain juga memberikan dukungan militer ke Korps Afrika, unit militer Jerman dalam kampanye Afika yang dipimpin oleh Marsekal Erwin Rommel. Salah satu dukungan Pétain ke Korps Afrika adalah menyetujui pembentukan milisi bersenjata yang bernama Milice, sebuah unit paramiiter yang berada di bawah rantai komando perwira Schutzstaffel SS-Sturmbannführer, Joseph Darnand. Tugas dari unit ini adalah untuk menghadapi pasukan Britania Raya yang mendukung kelompok perlawanan Prancis di negara-negara koloni Prancis di Afrika.[12]

Dukungan yang diberikan Pétain kepada Jerman membuat pasukan Blok Poros lebih leluasa bergerak, khususnya untuk mengakses wilayah yang menjadi koloni Prancis. Wilayah-wilayah koloni Prancis yang dimanfaatkan oleh Blok Poros antara lain; Tunisia, Maroko, Aljazair, Madagaskar, Senegal, Oran, dan Suriah. Berkat dukungan ini, Blok Poros dapat secara strategis bisa membentuk pertahanan hampir di seluruh Mediterania dan mengancam kedudukan Britania Raya dan pasukan Sekutu secara keseluruhan.[13]

Akhir Kekuasaan

250px-Tombe_de_Philippe_P%C3%A9tain_%C3%A0_l%27%C3%8Ele-d%27Yeu.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Makam Pétain di kompleks benteng tempat ia ditahan hingga akhir hayatnya.

Memasukin periode pertengahan perang, pasukan Sekutu banyak melancarkan operasi militer termasuk Operasi Torch di Afrika, salah satu operasi militer Sekutu yang paling berhasil dalam mendesak pasukan Blok Poros. Setelah pasukan Sekutu yang dipimpin oleh Britania Raya berhasil menguasai Afrika Utara dan Italia, Jerman memutuskan untuk menempatkan pasukan di selatan Prancis, wilayah otoritas rezim Vichy pimpinan Pétain. Penempatan pasukan Jerman di wilayah otoritas Vichy membuat Pétain secara de facto tidak lagi berkuasa, ia hanya simbol belaka.[14]

Secara keseluruhan, Sekutu berhasil merebut Prancis pada 7 September 1944. Pasukan Jerman dan Prancis Vichy tersudut setelah Sekutu berhasil dalam Operasi Torch dari selatan dan Operasi Overlord dari utara. Posisi ini membuat Jerman memaksa Pétain dan kebinetnya untuk mengasingkan diri ke Sigmaringen, Jerman. Namun tidak lama kemudian, Pétain menyatakan mundur sebagai pemimpin Prancis Vichy, hal ini secara de jure membuat pemerintahan darurat Prancis di bawah pimpinan Charles de Gaulle sebagai pemerintah Prancis yang sah.[8]

Pada akhir Perang Dunia II, Pétain ditangkap oleh Sekutu atas tuduhan menjadi kolaborator musuh negara.dan pengkhianatan. Ancaman hukuman yang dihadapkan pada Pétain adalah hukuman mati, seperti apa yang terjadi pada rekan sejawatnya, Pierre Laval. Namun pemerintah Prancis merdeka di bawah Charles de Gaulle memberikan keringanan kepada Pétain dengan dasar usia tua dan jasa-jasanya dalam Perang Dunia I, oleh karena itu hukuman yang diterimanya bukan lagi hukuman mati, tetapi penjara seumur hidup.[8][2][6]

Akhirnya Pétain dipenjara di sebuah benteng pulau di wilayah Île d'Yeu yang berbatasan langsung dengan Samudra Atlantik. Ia meninggal di benteng tersebut pada usia 95 tahun dan dimakamkan di sana. Benteng tempat penahanan Pétain kemudian dijadikan monumen oleh Charles de Gaulle, hal ini sebagai peringatan terhadap ideologi reaksioner yang disebutnya sebagai Pétainisme.[8][2][6]

Referensi

  1. 1 2 3 4 Srivanto (2008), hlm. 34. sfnp error: tanpa target: CITEREFSrivanto2008 (bantuan)
  2. 1 2 3 4 5 Editors, History com. "Henri-Philippe Pétain". HISTORY (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-08-26.{{cite web}}: |last= memiliki nama generik
  3. ↑ "Vichy France | History, Leaders, & Map". Encyclopedia Britannica (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-08-27.
  4. ↑ "How France's Vichy Regime Became Hitler's Willing Collaborators". jacobinmag.com (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2020-08-27.
  5. ↑ Boissoneault, Lorraine. "Was Vichy France a Puppet Government or a Willing Nazi Collaborator?". Smithsonian Magazine (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-08-27.
  6. 1 2 3 "BBC - History - Historic Figures: Philippe Pétain (1856 - 1951)". www.bbc.co.uk (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2020-08-27.
  7. ↑ "Philippe Pétain Biography, Life, Interesting Facts". Famous Birthdays By SunSigns.Org (dalam bahasa Inggris). 2018-06-06. Diakses tanggal 2020-08-27.
  8. 1 2 3 4 Srivanto (2008), hlm. 38. sfnp error: tanpa target: CITEREFSrivanto2008 (bantuan)
  9. ↑ Editors, History com. "Battle of Verdun". HISTORY (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-08-26.{{cite web}}: |last= memiliki nama generik
  10. 1 2 Srivanto (2008), hlm. 35. sfnp error: tanpa target: CITEREFSrivanto2008 (bantuan)
  11. ↑ "The French Vichy Regime". www.jewishvirtuallibrary.org. Diakses tanggal 2020-08-27.
  12. 1 2 Srivanto (2008), hlm. 36. sfnp error: tanpa target: CITEREFSrivanto2008 (bantuan)
  13. 1 2 Srivanto (2008), hlm. 36-37. sfnp error: tanpa target: CITEREFSrivanto2008 (bantuan)
  14. ↑ Srivanto (2008), hlm. 37. sfnp error: tanpa target: CITEREFSrivanto2008 (bantuan)

Rujukan

  • Srivanto, Fernando R. Kolaborator Nazi: Sepak Terjang Para Simpatisan Nazi Selama Perang Dunia II.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Lihat Pula

Pranala luar

Didahului oleh:
Albert Lebrun
Kepala Negara
11 Juli 1940-20 Agustus 1944
Diteruskan oleh:
Charles de Gaulle
Restorasi
Monarki Juli
Republik Kedua
Kekaisaran Kedua
Interregnum
Republik Ketiga
Dufaure · 4th duc de Broglie · Cissey · Buffet · Dufaure · Simon · Broglie · Rochebouët · Dufaure · Waddington · Freycinet · Ferry · Gambetta · Freycinet · Duclerc · Fallières · Ferry · Brisson · Freycinet · Goblet · Rouvier · Floquet · Tirard · Freycinet · Loubet · Ribot · Dupuy · Casimir-Perier · Dupuy · Ribot · Bourgeois · Méline · Brisson · Dupuy · Waldeck-Rousseau · Combes · Rouvier · Sarrien · Clemenceau · Briand · Monis · Caillaux · Poincaré · Briand · Barthou · Doumergue · Ribot · Viviani · Briand · Ribot · Painlevé · Clemenceau · Millerand · Leygues · Briand · Poincaré · François-Marsal · Herriot · Painlevé · Briand · Herriot · Poincaré · Briand · Tardieu · Chautemps · Tardieu · Steeg · Laval · Tardieu · Herriot · Paul-Boncour · Daladier · Sarraut · Chautemps · Daladier · Doumergue · Flandin · Bouisson · Laval · Sarraut · Blum · Chautemps · Blum · Daladier · Reynaud · Pétain
Prancis Vichy
Pemerintahan
Sementara
de Gaulle · Gouin · Bidault · Auriol · Blum
Republik Keempat
Republik Kelima
Tulisan miring menunjukkan penempatan sementara
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan