Minggu, 04 Oktober 2026
07:54 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan

Philippa Foot

Bagikan:
Philippa Ruth Foot
Lahir(1920-10-03)3 Oktober 1920
Meninggal3 Oktober 2010(2010-10-03) (umur 90)
Pendidikan
Alma materSomerville College, Oxford
Filsafat
EraAbad ke-20
WilayahFilsafat Barat
Filsafat analitik
Minat utama
Etika, filsafat akal
Gagasan terkenal
masalah lori, etika jasa

Philippa Ruth Foot (3 Oktober 1920 – 3 Oktober 2010) adalah seorang filsuf Inggris yang cukup terkenal karena karyanya dalam bidang etika.[1] Dia adalah salah satu pendiri etika moralitas kontemporer.[1] Karyanya pada tahun 1950-an dan 1960-an dapat dilihat sebagai upaya untuk memodernisasi teori etika Aristoteles untuk menunjukkan bahwa teori etika Aristoteles dapat disesuaikan dengan pandangan dunia kontemporer.[1] Dengan demikian, teori Aristoteles ini dapat bersaing dengan teori-teori populer seperti etika deontologis dan utilitarian modern.[2] Beberapa karyanya sangat penting dalam munculnya kembali etika normatif dalam filsafat analitik.[2] Pendekatan Foot cukup dipengaruhi oleh karya Wittgenstein.[2] Salah satu karya Foot pada akhir tahun 1950-an adalah meta-etika.[2] Pendekatan etika seperti ini sudah pernah ditemukan, misalnya karya A.J. Ayer, C.L. Stevenson, dan R.M. Hare.[2] Para penulis ini berfokus pada apa yang disebut konsep-konsep etika seperti "baik" atau "buruk" dan "benar" atau "salah".[2] Pendekatan ini tidak untuk membuat seseorang untuk menegaskan sesuatu yang benar dari suatu hal, melainkan untuk mengekspresikan emosi.[2]

Referensi

  1. 1 2 3 (Inggris)Steven M. Cahn and Peter Markie. 2006. Ethics: History, Theory, and Contemporary Issues. New York: Oxford University Press. pg. 535-540.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 (Inggris)Lawrence C. Becker, dkk. 2001. Encyclopedia of Ethics volume P-Z. New York: Gorland Publishing. pg. 554-556.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan