Rabu, 28 Oktober 2026
11:01 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026

Peter Wellnhofer

Bagikan:

Peter Wellnhofer (lahir di Munich, 1936) adalah seorang paleontolog Jerman di Bayerische Staatssammlung fur Paläontologie di Munchen. Ia paling dikenal atas karyanya dalam berbagai spesimen fosil Archaeopteryx. karya Wellnhofer lainnya mencakup The Illustrated Encyclopedia of Pterosaurs pada tahun 1991.

Wellnhoferia, sebuah spesies theropoda punah yang berkerabat dekat dengan Archaeopteryx, dinamai untuk menghormati Wellnhofer pada 2001.[1] Sejenis pterosauria Wellnhopterus juga dinamai untuk menghormatinya pada 2021.[2]

Pada 2007, sebuah pertemuan spesial bagi pakar-pakar pterosauria di Munchen didedikasikan kepada Wellnhofer, mendeskripsikannya sebagai "otoritas terdepan dalam pterosauria selama empat dekade terakhir."[3] Pertemuan tersebut menghasilkan sebuah Festschrift yang berjudul Flugsaurier: pterosaur papers in honour of Peter Wellnhofer.[4]

Referensi

  1. ↑ Elżanowski, Andrzej (2001). "A new genus and species for the largest specimen of Archaeopteryx" (PDF). Acta Palaeontologica Polonica. 46 (4): 519–532.
  2. ↑ Brian Andres; Wann Langston Jr. (14 Desember 2021). "Morphology and taxonomy of Quetzalcoatlus Lawson 1975 (Pterodactyloidea: Azhdarchoidea)". Journal of Vertebrate Paleontology. 41 (sup1): 142. Bibcode:2021JVPal..41S..46A. doi:10.1080/02724634.2021.1907587. ISSN 0272-4634. S2CID 245125409.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ flugsaurier.blogspot.com
  4. ↑ wordpress.com
Ikon rintisan

Artikel bertopik seorang paleontolog ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan