Sabtu, 17 Oktober 2026
01:08 WIB
TERKINI
Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super
Pertempuran malam hari

Pertempuran malam hari

Bagikan:
40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (November 2025)
Paratroopers in Fallujah, Iraq conduct a night raid using Night Vision Goggles
Penerjun payung di Fallujah, Irak melakukan serangan malam menggunakan kacamata penglihatan malam.
250px-Defense.gov_photo_essay_090804-A-2946F-105.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Seperti yang terlihat melalui malam visi perangkat, Tentara Amerika Serikat Sersan Andrew Burch dan Afghanistan tentara memindai garis pohon untuk militan selama Operasi Champion Sword.

Peperangan malam hariadalah pertempuran yang terjadi selama masa-masa gelap. Pertempuran ini berbeda dari peperangan siang, rendahnya visibilitas serta siklus Sirkadian yang terbalik. Biasanya peperangan di malam hari menguntungkan untuk pihak penyerang, dengan taktik ofensif yang difokuskan pada pemanfaatan keuntungan untuk efek maksimum.[1][2] Strategi defensif pada malam berfokus pada meniadakan keuntungan pada malam hari.[3]

Efek dari malam

Efek yang paling jelas dari kegelapan adalah mengurangi visibilitas. Hal ini memengaruhi kemampuan seorang prajurit untuk mengamati gerakan pasukan kawan, menguasai medan, dan terutama memengaruhi persepsi gerakan dan posisi musuh. Petugas menemukan bahwa kegelapan menghambat banyak aspek dari komando, termasuk kemampuan mereka untuk mempertahankan kontrol, melaksanakan gerakan, menembak, menjaga arah, pengintaian, keamanan, dan memberi dukungan.

Selain itu, efek samping selain berkurangnya visibilitas adalah kemampuan mendengar. Seorang prajurit harus lebih fokus pada apa yang dapat mereka dengar dibandingkan apa yang mereka lihat. Ada banyak kasus dari tentara menjadi bimbang pada malam hari karena sorotan cahaya dari senjata ataupun senter musuh.[4] Kesulitan persepsi inilah yang membuat seseorang takut akan sesuatu yang tidak diketahui dialik kegelapan. Tentara yang sedang dirundung tembakan tidak bisa memastikan dari mana tembakan tersebut berasal, dan tidak dapat menyusun penanggulangan yang tepat. Ketidakpastian tersebut dikaitkan dengan perasaan kesepian dan tak berdaya, dan menciptakan kecenderungan untuk melebih-lebihkan kekuatan musuh atau menjadi terlalu pesimis tentang situasi pertempuran.

Ditambah lagi, tanpa bantuan penerangan buatan, keterampilan menembak seorang prajurit terkena dampak negatif akibat kegelapan total. Sebelum adanya perangkat penglihatan malam, jarak menembak efektif di malam hari dengan senapan terbatas pada jarak yang sangat dekat, biasanya berjarak 50 meter. Kemampuan untuk mencapai target itu tergantung pada kemampuan tentara sendiri untuk memperoleh target dalam penglihatan mereka, yang pada sejatinya sangat tergantung pada penerangan alami maupun buatan.[5]

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ NIGHT COMBAT BY RUSSIAN CAVALRY
  2. ↑ Night Combat
  3. ↑ "Night Combat Operations". Diarsipkan dari asli tanggal 2008-06-25. Diakses tanggal 2018-03-27.
  4. ↑ Eight United States Army Military History Section: Japanese Research Division[pranala nonaktif permanen]
  5. ↑ "Salinan arsip" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2016-03-04. Diakses tanggal 2018-03-27.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan