Rabu, 21 Oktober 2026
16:45 WIB
TERKINI
Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama
Pertempuran Maling

Pertempuran Maling

Pertempuran Maling (342 SM) terjadi di Henan antara negara Qi dan Wei pada Periode Negara Perang

Bagikan:
Pertempuran Maling
330px-Maling-wall.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tanggal342 SM
Lokasi
Dazhangjia (大張家鎮), Shen (莘縣), Henan
Hasil Kemenangan Qi
Pihak yang terlibat
Qi Wei
Pemimpin atau tokoh terkemuka
Tian Ji
Sun Bin
Pang Juan
Pangeran Shen
Kekuatan
120.000 100.000 kavaleri dan infantri
Korban jiwa dan kerugian
2.100 100.000 tewas

Pertempuran Maling (馬陵之戰) terjadi di Maling, kini kota Dazhangjia (大張家鎮), Shen (莘县), Provinsi Henan pada tahun 342 SM selama Periode Negara Perang. Perang ini terjadi antara negara Qi melawan negara Wei. Pang Juan, komandan Wei, dapat dijebak dan tentaranya diserang oleh 10.000 pemanah Qi. Pang Juan bunuh diri, dan Wei kalah.

Pertempuran

Untuk mengecoh musuhnya, Sun Bin memerintahkan pasukannya untuk mengurangi jumlah tungku (perapian untuk memasak) dari hari ke hari. Pada hari pertama, pasukan Qi memiliki tungku yang cukup untuk 100.000 orang; pada hari kedua, jumlah tungku hanya cukup untuk 50.000 orang. Pada hari ketiga, tungku yang tersedia hanya cukup untuk pasukan berkekuatan 20.000 orang. Melihat hal ini, Pang Juan menyimpulkan bahwa tentara Qi sedang melarikan diri dari kesatuan mereka, sehingga ia memutuskan untuk mengejar pasukan Qi dengan unit kavaleri elite yang kecil. Saat pasukan Qi mundur memasuki wilayah mereka sendiri, Sun Bin memerintahkan pasukannya untuk meninggalkan sebagian artileri berat mereka. Hal ini semakin memperkuat kesan adanya kekacauan di dalam pasukan Qi. Ketika pasukan Qi tiba di Maling, Sun Bin melihat sebuah celah sempit yang dikelilingi hutan lebat yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan penyergapan. Memperkirakan kedatangan Pang Juan menjelang malam, ia memerintahkan anak buahnya untuk menebang sebatang pohon, mengupas kulitnya, lalu mengukir kata-kata "Pang Juan akan mati di Malingdao, dibawah pohon ini" di batangnya.

Pang Juan telah bergerak menuju Malingdao; saat melihat pesan peringatan tersebut, ia tidak memedulikannya dan justru memerintahkan agar tulisan itu dikikis habis. Pasukan terus bergerak maju ketika tiba-tiba, pasukan Qi mengepung tentara Wei. Di tengah kegelapan, pasukan pemanah busur silang Qi berhasil menewaskan banyak prajurit Wei sebelum sisa pasukan Qi menyerbu masuk. Pasukan Wei tidak menyangka bahwa Qi masih memiliki begitu banyak tentara yang siap tempur, sehingga mereka pun dengan cepat dikalahkan. Pang Juan, yang menyadari ajalnya telah tiba, memilih untuk mengakhiri hidupnya sendiri. Dalam beberapa versi cerita, Pang Juan termasuk salah satu prajurit pertama yang tewas tertembak.

Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan