Sabtu, 17 Oktober 2026
17:20 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Pertempuran Actium

Pertempuran Actium

Pertempuran laut antara Oktavianus dan Mark Antony/Cleopatra (31 SM)

Bagikan:
Pertempuran Actium
Bagian dari The Perang terakhir Republik Romawi
The Battle of Actium, Lorenzo A. Castro, 1672.
The Battle of Actium, Lorenzo A. Castro, 1672.
Tanggal2 September, 31 SM
Lokasi
Laut Ionia, dekat jurang Actium, Yunani
Hasil Kemenangan Octavianus
Pihak yang terlibat
Romawi pendukung Octavianus Mesir Ptolemy,
Romawi pendukung Mark Antony
Pemimpin atau tokoh terkemuka
Marcus Vipsanius Agrippa Mark Antony
Cleopatra VII
Kekuatan
400 kapal perang, sebagian besar kapal liburnian dan Hexeres dengan 16.000 legiun marinir dan 3.000 pemanah 230 kapal perang, sebagian besar kapal quinquereme dan beberapa Deceres, 30/50 kapal transportasi dan 60 kapal Mesir. 2.000 pemanah and 20.000 legiun marinir.
Korban jiwa dan kerugian
tak diketahui hampir seluruh armada Antony

Pertempuran Actium adalah pertempuran laut antara armada laut milik Oktavianus, yang dipimpin oleh Marcus Agrippa, melawan gabungan armada Mark Antony dan Cleopatra. Pertempuran ini terjadi pada 2 September 31 SM di Laut Ionia, dekat bekas koloni Romawi Actium di Yunani, dan menjadi puncak dari persaingan selama lebih dari satu dekade antara Oktavianus dan Mark Antony.

Pada awal tahun 31 SM, tahun terjadinya pertempuran, Antony dan Cleopatra sementara waktu berada di Yunani. Mark Antony memiliki 500 kapal dan 70.000 infanteri, dan mendirikan markasnya di Actium. Sementara itu, Oktavianus datang dari utara dengan 400 kapal dan 80.000 infanteri, lalu menduduki Patrae dan Korintus. Dengan bantuan Marcus Vipsanius Agrippa, Oktavianus berhasil memutus jalur komunikasi Antony menuju Mesir melalui Peloponnesos. Sebelumnya, Oktavianus telah memperoleh kemenangan awal di Yunani ketika armadanya, yang dipimpin Agrippa, berhasil menyeberangkan pasukan melintasi Laut Adriatik. Ia kemudian mendarat di daratan utama Yunani, di seberang pulau Corcyra (sekarang disebut Korfu), dan melanjutkan perjalanan ke selatan melalui jalur darat.

Terjepit dari darat dan laut, pasukan Antony mulai mengalami desersi, dengan sebagian bergabung ke pihak Oktavianus. Sementara itu, pasukan Oktavianus semakin percaya diri dan mulai mempersiapkan pertempuran besar. Armada Antony berusaha keluar dari teluk Actium di pesisir barat Yunani dalam upaya putus asa untuk menembus blokade laut. Di situlah armada Antony menghadapi armada Oktavianus yang lebih besar, tetapi terdiri dari kapal-kapal kecil yang lebih lincah, dipimpin oleh Gaius Sosius dan Agrippa. Antony dan pasukannya yang tersisa hanya selamat berkat manuver terakhir dari armada Cleopatra, yang sudah menunggu di dekat lokasi pertempuran. Namun akhirnya, Oktavianus mengejar mereka hingga ke Alexandria dan mengalahkan pasukan mereka pada 1 Agustus 30 SM—setelah itu Antony dan Cleopatra bunuh diri.

Kemenangan ini memungkinkan Oktavianus mengonsolidasikan kekuasaannya atas Roma dan wilayah-wilayah kekuasaannya. Ia kemudian mengambil gelar Princeps ("warga utama") dan pada tahun 27 SM, dianugerahi gelar Augustus ("yang dimuliakan") oleh Senat Romawi. Gelar inilah yang kemudian melekat padanya dalam sejarah. Sebagai Augustus, ia secara lahiriah tetap mempertahankan citra pemimpin Republik yang dipulihkan, tetapi sejarawan umumnya menganggap langkah ini sebagai akhir Republik Romawi dan awal dari Kekaisaran Romawi.

Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan