Jumat, 23 Oktober 2026
19:34 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Kesepakatan Manila

Kesepakatan Manila

Bagikan:
Kesepakatan Manila
Nama panjang:
  • Kesepakatan Manila terdiri dari Persetujuan Manila, Deklarasi Manila dan Pernyataan Bersama antara Federasi Malaya, Republik Filipina dan Republik Indonesia
page1-250px-Manila_Accord_%2831_July_1963%29.djvu.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
DirancangJuni 7, 1963;63 tahun lalu (1963-06-07)
DitandatanganiJuli 31, 1963;63 tahun lalu (1963-07-31)
LokasiManila, Filipina
Penandatangan
Pihak
PenyimpanPemerintah Filipina
tanggal 30 Desember 1965
Sekretaris Jenderal  Perserikatan Bangsa-Bangsa bertindak dalam kapasitasnya sebagai pihak yang menyimpan barang-barang berikut ini:
(Bahasa Inggris ) dan (Bahasa Prancis)

Terdaftar A-8029 dan I-8809
BahasaInggris
Manila Accord (31 July 1963) di Wikisource

Kesepakatan Manila ditandatangani pada tanggal 31 Juli 1963 oleh Federasi Malaya, Republik Indonesia, dan Republik Filipina, setelah pertemuan dari tanggal 7 hingga 11 Juni 1963 di Manila.

Diprakarsai oleh Presiden Filipina Diosdado Macapagal, pertemuan tersebut diadakan untuk menyelesaikan masalah atas keinginan masyarakat di Borneo Utara dan Sarawak dalam konteks Resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa 1541 (XV), Prinsip 9 dari Lampiran[1][2] dengan mempertimbangkan referendum di Borneo Utara dan Sarawak yang bebas dan tanpa paksaan.[3]

Referensi

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai File:Manila Accord (31 July 1963).djvu.


Ikon rintisan

Artikel bertopik hukum ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan