Jumat, 23 Oktober 2026
01:59 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal
Perpetua dan Felisitas

Perpetua dan Felisitas

Bagikan:
Santa Perpetua dan Felisitas
250px-Verri%C3%A8re_de_Sainte_Perp%C3%A9tue_%28%C3%A9glise_Notre-Dame_de_Vierson%2C_XIXe_si%C3%A8cle%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Martir
Meninggal7 Maret 203
Kartago
Dihormati diGereja Katolik Roma, Gereja Ortodoks Timur, Gereja Ortodoks Oriental, Anglikan, Gereja Lutheran
Pesta7 Maret (6 Maret dari tahun 1908 hingga 1969)

Perpetua dan Felisitas adalah dua perempuan Kristen yang mati sebagai martir pada abad ketiga dan dinobatkan sebagai Santa.[1][2] Mereka berdua berasal dari Kartago, Afrika Utara.[1] Saat itu, kekuasaan politik dipegang kaisar Romawi Septimus Severus yang mewajibkan seluruh penduduk di setiap wilayah kekuasaan Romawi untuk menyembah dan memberikan persembahan kepada dewa-dewi.[2]

Riwayat Hidup

Perpetua adalah seorang dari keluarga bangsawan berusia 22 tahun yang telah menikah, sementara Felisitas adalah budaknya yang sedang mengandung.[1][3] Felisitas kemudian melahirkan seorang anak laki-laki.[4] Perpetua dan Felisitas mengikuti katekisasi dan dibaptis di dalam penjara.[5] Perpetua juga harus menyusui bayinya di dalam penjara.[3]

250px-Perpetua.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Perpetua

Penderitaan

Perpetua dan Felisitas menolak menyembah dan memberikan persembahan kepada dewa-dewi sebagaimana diperintahkan oleh kaisar.[2] Ayah dari Perpetua sudah berkali-kali membujuknya untuk mengikuti perintah tersebut supaya ia selamat, tetapi Perpetua menolak.[3] Konsekuensinya, mereka harus menjalani hidupnya di dalam penjara.[2] Selain itu, mereka juga disiksa dengan dimasukkan ke dalam sebuah arena melawan binatang buas.[3] Mereka terluka hebat.[3] Konon, ketika Felisitas akan diterkam oleh binatang buas, Perpetua melemparkan jubahnya ke arah binatang buas tersebut, lalu seketika binatang tersebut mundur dan tidak ingin melawan mereka lagi.[3] Akhirnya, mereka menjalani penderitaan terakhir, yaitu dipancung dengan pedang.[3] Tepat pada 7 Maret 203 (Perpetua genap berusia 26 tahun), mereka mati martir dan dikenang sebagai santa sampai saat ini oleh umat Kristiani.[1][2]

Referensi

  1. 1 2 3 4 (Inggris)F. L. Cross dan E. A. Livingstone. 2005. The Oxford Dictionary of The Christian Church. New York: Oxford University Press. hal. 1265.
  2. 1 2 3 4 5 (Inggris)Mark Water. 2001. The New Encyclopedia of Christian Martyrs. Hampshire: John Hunt. hal.176.
  3. 1 2 3 4 5 6 7 (Indonesia)F. D. Wellem. 2003. Hidupku Bagi Kristus. Jakarta: BPK Gunung Mulia. hal. 96.
  4. ↑ (Inggris)John Foxes. Foxe's Christian Martyrs Of The World. Chicago: Moody Press. hal. 66.
  5. ↑ (Inggris)Jean Comby. 1985. How to Read Church History. London: SCM Press. hal. 43.

Videografi

  • Perpetua: Early Church Martyr (2009) - documentary.
  • Torchlighters: The Perpetua Story (2009) - animated DVD for children ages 8–12.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan