Minggu, 25 Oktober 2026
13:27 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Perpetua dan Felisitas

Perpetua dan Felisitas

Bagikan:
Santa Perpetua dan Felisitas
250px-Verri%C3%A8re_de_Sainte_Perp%C3%A9tue_%28%C3%A9glise_Notre-Dame_de_Vierson%2C_XIXe_si%C3%A8cle%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Martir
Meninggal7 Maret 203
Kartago
Dihormati diGereja Katolik Roma, Gereja Ortodoks Timur, Gereja Ortodoks Oriental, Anglikan, Gereja Lutheran
Pesta7 Maret (6 Maret dari tahun 1908 hingga 1969)

Perpetua dan Felisitas adalah dua perempuan Kristen yang mati sebagai martir pada abad ketiga dan dinobatkan sebagai Santa.[1][2] Mereka berdua berasal dari Kartago, Afrika Utara.[1] Saat itu, kekuasaan politik dipegang kaisar Romawi Septimus Severus yang mewajibkan seluruh penduduk di setiap wilayah kekuasaan Romawi untuk menyembah dan memberikan persembahan kepada dewa-dewi.[2]

Riwayat Hidup

Perpetua adalah seorang dari keluarga bangsawan berusia 22 tahun yang telah menikah, sementara Felisitas adalah budaknya yang sedang mengandung.[1][3] Felisitas kemudian melahirkan seorang anak laki-laki.[4] Perpetua dan Felisitas mengikuti katekisasi dan dibaptis di dalam penjara.[5] Perpetua juga harus menyusui bayinya di dalam penjara.[3]

250px-Perpetua.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Perpetua

Penderitaan

Perpetua dan Felisitas menolak menyembah dan memberikan persembahan kepada dewa-dewi sebagaimana diperintahkan oleh kaisar.[2] Ayah dari Perpetua sudah berkali-kali membujuknya untuk mengikuti perintah tersebut supaya ia selamat, tetapi Perpetua menolak.[3] Konsekuensinya, mereka harus menjalani hidupnya di dalam penjara.[2] Selain itu, mereka juga disiksa dengan dimasukkan ke dalam sebuah arena melawan binatang buas.[3] Mereka terluka hebat.[3] Konon, ketika Felisitas akan diterkam oleh binatang buas, Perpetua melemparkan jubahnya ke arah binatang buas tersebut, lalu seketika binatang tersebut mundur dan tidak ingin melawan mereka lagi.[3] Akhirnya, mereka menjalani penderitaan terakhir, yaitu dipancung dengan pedang.[3] Tepat pada 7 Maret 203 (Perpetua genap berusia 26 tahun), mereka mati martir dan dikenang sebagai santa sampai saat ini oleh umat Kristiani.[1][2]

Referensi

  1. 1 2 3 4 (Inggris)F. L. Cross dan E. A. Livingstone. 2005. The Oxford Dictionary of The Christian Church. New York: Oxford University Press. hal. 1265.
  2. 1 2 3 4 5 (Inggris)Mark Water. 2001. The New Encyclopedia of Christian Martyrs. Hampshire: John Hunt. hal.176.
  3. 1 2 3 4 5 6 7 (Indonesia)F. D. Wellem. 2003. Hidupku Bagi Kristus. Jakarta: BPK Gunung Mulia. hal. 96.
  4. ↑ (Inggris)John Foxes. Foxe's Christian Martyrs Of The World. Chicago: Moody Press. hal. 66.
  5. ↑ (Inggris)Jean Comby. 1985. How to Read Church History. London: SCM Press. hal. 43.

Videografi

  • Perpetua: Early Church Martyr (2009) - documentary.
  • Torchlighters: The Perpetua Story (2009) - animated DVD for children ages 8–12.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan