Jumat, 23 Oktober 2026
15:07 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada

Perkici papua

Bagikan:

Perkci Papua (Charmosyna Papou) adalah spesies burung beo berwarna-warni yang termasuk ke dalam famili Psittaculidae. Kata Charmosyna, berasal dari bahasa Yunani 'kharmosunos' yang berarti gembira, sementara kata 'papou' merupakan epitet spesies yang merujuk pada asal usulnya di Papua Nugini. [1] Habitat alami burung ini adalah hutan pegunungan subtropis atau tropis yang lembap. [1] Lingkungan ini ideal untuk memberikan perlindungan juga sumber daya yang dibutuhkan untuk berkembang biak. [1] Di alam liar, perkici Papua memperoleh makanannya dari serbuk sari, nektar, bunga, buah-buahan, beri, dan kemungkinan serangga beserta larvanya. [2]

Morfologi

Secara tampilan fisik, perkici Papua memiliki dua fase warna, yaitu merah dan melanistik. Pada fase melanistik, bulu merah digantikan oleh bulu hitam. [2] Umumnya, anak burung perkici Papua memiliki warna yang lebih kusam daripada perkici Papua dewasa. Anak perkici Papua memiliki tepi bulu leher dan dada yang berwarna hitam, paruh berwarna cokelat dan oranye dengan ujung yang berwarna hitam, dan mata yang berwarna coklat gelap. Sementara itu perkici Papua dewasa berwarna merah dengan mantel dan sayap berwarna hijau gelap, paruh berwarna oranye atau merah dan mata yang berwarna kuning atau oranye. [3] Perkici ini mirip dengan perkici Josefina, namun perkici Papua memiliki ekor yang lebih panjang. [4]

Sejauh ini populasi perkici Papua cukup stabil, sehingga spesies ini tidak mendekati ambang batas untuk kategori rentan. [5]

Referensi

  1. 1 2 3 "Papuan Lorikeet (Charmosyna papou) identification - Birda". Birda: Birdwatching Community. Diakses tanggal 2026-02-28.
  2. 1 2 "Papuan Lorikeet (Charmosyna papou)". www.foundalis.com. Diakses tanggal 2026-02-28.
  3. ↑ "Papuan Lorikeet | World Parrot Trust". parrots.org. Diakses tanggal 2026-02-28.
  4. ↑ "Perkici papua - eBird". ebird.org (dalam bahasa in). Diakses tanggal 2026-02-28.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  5. ↑ "Papuan Lorikeet Charmosyna Papou Species Factsheet". BirdLife DataZone (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-02-28.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan