Sabtu, 24 Oktober 2026
14:56 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung

Pergerakan Prosa Klasik

Bagikan:

Pergerakan Prosa Klasik (Chinese 古文運動 pinyin guwen yundong) dari zaman dinasti Tang dan dinasti Song (960-1279) di Tiongkok yang menganjurkan kejelasan dan presisi piantiwen (駢體文) yang terlalu banyak kiasan atau gaya prosa paralel yang telah populer sejak dinasti Han. Prosa paralel memiliki struktur yang kaku dan kemudian dikritik karena terlalu banyak kiasan dengan mengorbankan kontennya itu sendiri.

Tujuan dari gaya guwen adalah untuk mengikuti semangat prosa pra-Han daripada meniru secara langsung, dengan menggunakan unsur-unsur dari bahasa sehari-hari untuk membuat tulisan mereka lebih langsung mengena ke artinya.

Gerakan ini juga memiliki aspek politis dan religius, ketika para cendekiawan Konfusius berusaha menyaingi pengaruh Taoisme dan Buddhisme pada para kaisar. Beberapa juga melihatnya sebagai alat yang efektif untuk mengekspos realitas korupsi dan kelemahan di pemerintah pusat.

Promotor besar pertama gerakan ini adalah Han Yu dan Liu Zongyuan yang bukan hanya seorang penulis yang hebat tetapi juga ahli teori yang mumpuni, mereka berdua memberikan landasan bagi gerakan ini. Keduanya antusias untuk mempromosikan gerakan ini dan tertarik untuk mengajar kaum muda sehingga gerakan ini dapat berkembang.

Setelah kematian Han Yu dan Liu Zongyuan, gerakan itu mengalami kemunduran, banyak murid mereka yang menulis dengan karakter kuno sedemikian rupa sehingga menghambat pemahaman atau mengabaikan pentingnya menulis esai yang baik. Selanjutnya, pemerintah hanya mengizinkan penggunaan piantiwen ini untuk penggunaan resmi saja, jadi mereka yang ingin menjadi pejabat harus mempelajari gaya itu.

Ouyang Xiu sekali lagi mempromosikan penggunaan prosa klasik di era Dinasti Song. Karena banyak orang yang tidak puas dengan gaya piantiwen yang terlalu banyak kiasan, Pergerakan Prosa Klasik ini kembali di puncak kejayaannya.

Lihat juga =

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan