Minggu, 27 September 2026
16:56 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Cupressus

Cupressus

genus tumbuh-tumbuhan

Cupressus
250px-Cypress_Halefka.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Cupressus sempervirens
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Gymnospermae
Divisi: Pinophyta
Kelas: Pinopsida
Ordo: Cupressales
Famili: Cupressaceae
Subfamili: Cupressoideae
Genus: Cupressus
L.
Spesies

Lihat teks

Artikel takson sembarang

Genus Cupressus adalah salah satu dari beberapa genera dalam famili Cupressaceae yang memiliki nama umum, pohon Cupressus, pohon sipres[1](serapan bahasa Arab) atau pohon sipres. Genus ini dianggap sebagai kelompok polifiletik. Berdasarkan analisis genetik dan morfologi, genus Cupressus ada dalam subfamili Cupressoideae.[2][3] Nama umum berasal dari bahasa Prancis Kuno cipres dan dari bahasa Latin cyparissus, yang merupakan Latinisasi dari bahasa Yunani κυπάρισσος (kypárissos).[4] Spesies yang tersebar di Indonesia adalah Cupressus benthamii, atau pohon Cupressus gunung dan Cupressus papuanus atau Cupressus pua-pua.

Deskripsi

Pohon Cupressus ini asli dari daerah-daerah yang tersebar di terutama daerah beriklim sedang hangat di belahan bumi utara, termasuk Amerika Utara bagian barat, Amerika Tengah, barat laut Afrika, Timur Tengah, Himalaya, Tiongkok selatan dan Vietnam utara. Seperti konifer lainnya, budidaya ekstensif telah menghasilkan berbagai bentuk, ukuran dan warna, yang tumbuh di taman dan kebun di seluruh dunia.[5] Mereka adalah pohon yang hijau sepanjang tahun atau semak besar, tumbuh hingga tinggi 5–40 m. Daunnya seperti sisik, panjangnya 2–6 mm, diatur dalam pasangan decussate berlawanan, dan bertahan selama tiga sampai lima tahun. Pada tumbuhan muda sampai usia dua tahun, daunnya seperti jarum dan panjangnya 5–15 mm. Runjungnya memiliki panjang 8–40 mm, bulat atau bulat telur dengan empat sampai 14 sisik yang diatur berpasangan decussate berlawanan; mereka matang dalam 18–24 bulan dari penyerbukan. Bijinya kecil, panjangnya 4–7 mm, dengan dua sayap yang sempit, satu di sepanjang setiap sisi benih.

Banyak dari spesies yang teradaptasi dengan kebakaran hutan, menahan biji mereka selama bertahun-tahun di runjung tertutup sampai pohon induk dibunuh oleh api; biji kemudian dilepaskan untuk mengkolonisasi tanah yang terbakar. Dalam spesies lain, kerucut membuka pada saat matang untuk melepaskan biji.

Sebaran

Seperti yang saat ini dirawat, pohon Cupressus ini berasal dari daerah yang tersebar di daerah beriklim hangat di Belahan Bumi Utara, termasuk Amerika Utara bagian barat, Amerika Tengah, Afrika barat laut, Timur Tengah,Himalaya, Tiongkok bagian selatan, dan Vietnam bagian utara. Seperti tumbuhan runjung lainnya , budidaya ekstensif telah menghasilkan beragam bentuk, ukuran dan warna, yang ditanam di taman dan kebun di seluruh dunia.[5]

Budidaya

Banyak spesies ditanam sebagai pohon hias di taman dan, di Asia, di sekitar kuil; di beberapa daerah, distribusi asli sulit untuk dibedakan karena budidaya ekstensif. Beberapa spesies ditumbuhkan untuk kayunya, yang bisa sangat tahan lama. Hibrida yang tumbuh cepat Cupressus Leyland, banyak digunakan di kebun, menarik salah satu induknya dari genus ini (Cupressus Monterey C. macrocarpa); induk lainnya, Cupressus Nootka, juga kadang-kadang diklasifikasikan dalam genus ini, atau dalam genus terpisah Xanthocyparis, tetapi di masa lalu biasanya di Chamaecyparis.

Referensi

  1. ↑ Stevens, Alan M.; Tellings, A. Ed Schmidgall (2004). A Comprehensive Indonesian-English Dictionary (dalam bahasa Inggris). Ohio University Press. ISBN 978-0-8214-1584-9.
  2. ↑ Farjon, A. (2005). Monograph of Cupressaceae and Sciadopitys. Royal Botanic Gardens, Kew. ISBN 1-84246-068-4.
  3. ↑ Gadek, P. A., Alpers, D. L., Heslewood, M. M., & Quinn, C. J. (2000). Relationships within Cupressaceae sensu lato: a combined morphological and molecular approach. American Journal of Botany 87: 1044–1057)
  4. ↑ κυπάρισσος, Henry George Liddell, Robert Scott, A Greek-English Lexicon, on Perseus Digital Library
  5. 1 2 Eckenwalder, James E. (2009). Conifers of the world: the complete reference. United Kingdom: Timber Press. hlm. 720. ISBN 0881929743.
  • Farjon, A. (2005). Monograph of Cupressaceae and Sciadopitys. Royal Botanic Gardens, Kew. ISBN 1-84246-068-4.
  • Gadek, P. A., Alpers, D. L., Heslewood, M. M., & Quinn, C. J. (2000). Relationships within Cupressaceae sensu lato: a combined morphological and molecular approach. American Journal of Botany 87: 1044–1057. Available online Diarsipkan 2009-09-29 di Wayback Machine..
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan