Senin, 26 Oktober 2026
21:49 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

Perang melawan Nabis

Bagikan:

Perang melawan Nabis, atau Perang Lakonian, 195 SM adalah peperangan antara kota kenegaraan Yunani, Sparta, dan persatuan koalisi Roma, Liga Achaean, Pergamum, Rhodes, dan Masedon.

Selama Perang Masedonia Kedua (200–196 SM), Masedon telah memberi kuasa atas Argos ke Sparta, sebuah kota penting di pesisir Aegean Peloponnese. Pendudukan Sparta atas Argos berlanjut hingga akhir perang yang menjadi dalih bagi Roma dan sekutunya untuk mengibarkan perang. Koalisis anti-Sparta mengepung Argos, menangkap prajurit kelautan Spartan di pangkalan Gythium, dan secepatnya menguasai dan mengepung Sparta itu sendiri. Akhirnya, perundingan menuju perdamaian pihak Rome, yang di dalamnya Argos dan kota-kota pesisir Lakonia dipisahkan dari dari Sparta dand orang-orang Spartan dipaksa untuk membayar upeti keamanan kepada Rome delapan tahu ke depan. Argos bergabung dengan Liga Achaean, dan kota-kota kecil Laconian ditempatkan di bawah perlindungan Achaean.

Sebagai akibat dari perang tersebut, Sparta kehilangan posisinya sebagai kekuatan besar di Yunani. Usaha-usaha perlawanan Spartan untuk bangkit dari kekalahan terus gagal dan Nabis, penguasa pemerintahan terakhir, pada akhirnya dibunuh. Segera setelah itu, Sparta dipaksa menjadi anggota saingannya terdahulu, Liga Achaean, berakhir beberapa abad dalam kemerdekaan politik yang ganas.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan