Rabu, 28 Oktober 2026
03:56 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Peperangan biologis

Peperangan biologis

artikel daftar Wikimedia

Bagikan:
Untuk penggunaan agen biologis oleh teroris, lihat bioterorisme.
Senjata pemusnah massal
250px-WMD_world_map.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Menurut jenis
Menurut negara
Proliferasi
Traktat

Peperangan biologis adalah penggunaan toksin biologi atau agen infeksius seperti bakteri, virus, dan jamur dengan tujuan membunuh atau melumpuhkan daya tahan manusia, hewan atau tumbuhan sebagai sebuah tindakan perang. Senjata biologis (sering disebut "bio-senjata", "agen ancaman biologis", atau "bio-agen") adalah organisme hidup atau entitas yang direplikasi (virus, yang secara universal tidak dianggap "hidup") yang mereproduksi atau mereplikasi dalam korban-korban mereka. Perang entomologi (serangga) juga dianggap jenis senjata biologis. Jenis perang ini berbeda dari perang nuklir dan perang kimia, yang bersama dengan peperangan biologis disebut, NBC, akronim militer dari perang nuklir, biologi, dan chemical (bahasa Indonesia:kimia) menggunakan senjata pemusnah massal. Tidak ada senjata tersebut yang menjadi senjata konvensional, yang utamanya dikembangkan untuk potensi ledak, kinetik atau insendiari mereka.

Senjata biologis dipakai dalam berbagai cara untuk meraih kemajuan strategis atau taktikal terhadap musuh, baik melalui ancaman atau penggunaan sebenarnya. Seperti beberapa senjata kimia, senjata biologis juga digunakan sebagai senjata penyangkalan kawasan.

Referensi

Bacaan tambahan

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan