Rabu, 30 September 2026
03:16 WIB
TERKINI
Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang
Perang Krimea

Perang Krimea

artikel daftar Wikimedia

Bagikan:
Perang Krimea
Bagian dari Perang Rusia-Turki
330px-Malakhov1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lukisan Franz Roubaud: Pengepungan Sevastopol (1904).
Tanggal1853–1856
Lokasi
Hasil Kemenangan sekutu, Perjanjian Paris
Pihak terlibat

Sekutu:
 Kesultanan Utsmaniyah

Prancis Prancis
 Britania Raya
Kerajaan Italia (1861–1946) Kerajaan Sardinia
dukungan:
 Austria Keimaman Kaukasus Sirkasia

 Kekaisaran Rusia

Kerajaan Yunani
Kekuatan
400.000 orang Prancis
250.000 orang Britania
165.000 orang Kesultanan Utsmaniyah
10.000 orang Sardinia
700.000 orang Rusia
3.000 orang Bulgaria
Korban jiwa dan kerugian
~100.000 orang Prancis[3]
35.000 orang Turki
17.500 orang Britania
2.194 orang Sardinia
tewas, terluka, dan meninggal karena penyakit
~654.000
tewas, terluka, dan meninggal karena penyakit

Perang Krimea (1853–1856) adalah pertempuran yang terjadi antara kekaisaran Rusia melawan sekutu yang terdiri dari Prancis, Britania Raya, Kerajaan Sardinia, dan Kesultanan Utsmaniyah. Kebanyakan konflik terjadi di semenanjung Krimea, dengan pertempuran lainnya terjadi di Turki barat dan laut Baltik. Perang Krimea kadang-kadang dianggap sebagai konflik modern pertama yang memengaruhi peperangan pada masa depan.[4]

Perang Krimean dikenal dengan nama yang berbeda. Di Rusia dikenal sebagai "Perang Oriental" (bahasa Rusia: Восточная война, Vostochnaya Voina), dan di Britania pada saat itu kadang-kadang dikenal sebagai "Perang Rusia".

Perang Krimean terkenal karena kesalahan logistik dan taktis pada kedua belah pihak. Namun, itu dianggap menjadi perang "modern" yang pertama, seperti "memperkenalkan perubahan-perubahan teknis yang memengaruhi tata peperangan pada masa depan," termasuk taktis penggunaan pertama kereta api dan telegraf. Hal ini juga terkenal bagi pekerjaan Florence Nightingale, yang mempelopori praktik keperawatan modern ketika merawat tentara Inggris yang terluka.

Perang Krimea juga merupakan yang pertama kali secara luas didokumentasikan dalam foto.

Ketegangan Pra-pertempuran

Konflik atas Tanah Suci

Rangkaian peristiwa yang membuat Prancis dan Inggris menyatakan perang terhadap Rusia pada tanggal 27 Maret dan 28 Maret 1854 dapat ditilik kembali ke peristiwa kudeta pada tahun 1851 di Prancis. Napoleon III mengirim duta besar untuk Kekaisaran Ottoman dan berusaha memaksa Ottoman untuk mengakui Prancis sebagai "penguasa yang berdaulat" di Tanah Suci. Rusia membantah perubahan "penguasa" baru di Tanah Suci. Merujuk pada dua perjanjian sebelumnya, yaitu tahun 1757 dan yang lain pada tahun 1774, Ottoman mengubah keputusan mereka sebelumnya, membatalkan perjanjian Prancis dan bersikeras bahwa Rusia adalah pelindung orang-orang Kristen Ortodoks di Kerajaan Ottoman.

Napoleon III menjawab dengan unjuk kekuatan, mengirimkan armada kapal Charlemagne ke Laut Hitam, yang merupakan pelanggaran terhadap Konvensi Selat London. Pamer kekuatan Prancis dikombinasikan dengan diplomasi dan uang yang agresif, memaksa Sultan Abdülmecid I untuk menerima perjanjian baru, mengakui Prancis dan Gereja Katolik Roma sebagai otoritas Kristen tertinggi di Tanah Suci dengan kontrol atas tempat-tempat suci Kristen dan memiliki hak atas Gereja Nativity, yang sebelumnya dipegang oleh Gereja Ortodoks Yunani.

Tsar Nicholas I kemudian mengirimkan angkatan perang korp ke-4 dan ke-5 di sepanjang Sungai Donau, dan menugaskan Count Karl Nesselrode, menteri luar negerinya, untuk melakukan pembicaraan dengan kekaisaran Ottoman. Nesselrode mengutarakan hal tersebut kepada Sir George Hamilton Seymour, Duta Besar Inggris di St Petersburg.

Akibat

Setelah Perang Krimea selesai, Kekaisaran Rusia yang terkalahkan dalam perang mendapatkan penghinaan akibat perang. Anggapan orang bahwa Kekaisaran Rusia tidak bisa terkalahkan terbukti salah serta Kekaisaran Rusia kehilangan akses terhadap Laut Hitam, sedangkan negara yang memenangkan peperangan seperti Kerajaan Sardinia / Piedmont-Sardinia mendapatkan sebagian besar semenanjung Italia, dan Prancis yang mendapatkan hak atas gereja Syam.

Bibliografi

  • Bridge and Bullen, The Great Powers and the European States System 1814-1914, (Pearson Education: London), 2005
  • Bamgart, Winfried The Crimean War, 1853-1856 (2002) Arnold Publishers ISBN 0-340-61465-X
  • Ponting, Clive The Crimean War (2004) Chatto and Windus ISBN 0-7011-7390-4
  • Pottinger Saab, Anne The Origins of the Crimean Alliance (1977) University of Virginia Press ISBN 0-8139-0699-7
  • Rich, Norman Why the Crimean War: A Cautionary Tale (1985) McGraw-Hill ISBN 0-07-052255-3
  • Royce, Simon The Crimean War and its place in European Economic History (2001) University of London Press ISBN 0-3825-2868-6
  • Royle, Trevor Crimea: The Great Crimean War, 1854-1856 (2000) Palgrave Macmillan ISBN 1-4039-6416-5
  • Schroeder, Paul W. Austria, Great Britain, and the Crimean War: The Destruction of the European Concert (1972) Cornell University Press ISBN 0-8014-0742-7
  • Wetzel, David The Crimean War: A Diplomatic History (1985) Columbia University Press ISBN 0-88033-086-4

Daftar pustaka

  • Hamley, The War in the Crimea, (London, 1891)
  • Kinglake, The Invasion of the Crimea, (nine volumes, London, 1863-87)
  • Russell, The War in the Crimea, 1854-56, (London, 1855-56)
  • Marx, The Eastern Question, 1853-56, (translated by E. M. and E. Aveling, London, 1897)
  • Lodomir, La guerre de 1853-56, (Paris, 1857)
  • Kovalevski, Der Krieg Russlands mit der Türkei in den Jahren 1853-54, (Leipzig, 1869)
  • Rein, Die Teilnahme Sardiniens am Krimkrieg und de öffentliche Meinung in Italien, (Leipzig, 1910)

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Crimean War.

Referensi

  1. 1 2 "Arab involvement in Crimean War 'erased from history'". Al Arabiya English. 3 Maret 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ McGregor, Andrew. "The Tunisian Army in the Crimean War: A Military Mystery". www.aberfoylesecurity.com. Diakses tanggal 4 Desember 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "Napoleon III, Pierre Milza, Perrin edition, 2004". Diarsipkan dari asli tanggal 2017-07-28. Diakses tanggal 2007-12-31.
  4. ↑ Royle. Preface
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan