Sabtu, 31 Oktober 2026
13:50 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Perang India–Pakistan 1947–1948

Perang India–Pakistan 1947–1948

perang tahun 1947-1948 antara India dan Pakistan

Bagikan:
Perang India—Pakistan 1947
Bagian dari Perang dan konflik India—Pakistan
330px-Pakistani_soldiers_during_the_1947-1948_war.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tentara Pakistan di Perang Kashmir, Desember 1947
Tanggal27 Oktober 1947–5 Januari 1949
Lokasi
Hasil Gencatan Senjata.
Perubahan
wilayah
India merebut 101.387 km² Kashmir. Pakistan merebut 85.793 km²(nantinya terbagi menjadi Azad Kashmir (13.397 km²) dan Daerah Utara (72.496 km²).)
Pihak yang terlibat
 India  Pakistan
Pemimpin atau tokoh terkemuka
India Jendral K M Cariappa
India Letjen S M Shrinagesh
India Mayjen K S Thimayya
India Mayjen Kalwant Singh
Pakistan Mayjen Akbar Khan
Korban jiwa dan kerugian

1.604 tewas[1](tentara India) 684 tewas(pasukan Negara)[2] [3]


3.152 terluka [1]
1.002 tewas[4]

Perang India—Pakistan 1947, kadang-kadang disebut sebagai Perang Kashmir Pertama, adalah perang yang terjadi antara India dan Pakistan terhadap wilayah Kashmir dari tahun 1947 sampai 1948. Perang ini merupakan perang pertama dari empat perang yang terjadi antara India dan Pakistan. Akibat perang ini masih memengaruhi geopolitik kedua negara.

Penyebab

250px-TIME_Magazine_October_27_1947_cover.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sampul Majalah TIME pada tanggal 27 Oktober 1947 yang menggambarkan pemisahan India. Judulnya tertulis "INDIA: Liberty and death."

Gulab Singh dan penggantinya menguasai Kashmir. Pada sensus tahun 1941, sebanyak 4.021.698 orang berada di seluruh wilayah Kashmir, 3.101.247 diantaranya adalah Muslim. Pada wilayah yang bergolak di Lembah Kashmiri, 94% penduduknya adalah Muslim. Rakyat Kashmir bangkit melawan kekuasaan Maharaja Hari Singh. Dia terkenala akan kekejamannya menumpas pemberontakan pada tahun 1931. Pada tahun 1932, Sheikh Abdullah membentuk partai politik di Kashmir—the All Jammu & Kashmir Muslim Conference (diubah namanya menjadi National Conference pada tahun 1939). Pada tahun 1934, Maharaja melunak dan memberikan kesempatan untuk demokrasi terbatas dengan didirikannya DPR. Akan tetapi, keinginan untuk lepas dari kekuasaan Maharaja terus berlanjut. Berdasarkan instrumen pembagian India, penguasa wilayah diberikan pilihan untuk memilih untuk bergabung kepada India atau Pakistan. Mereka, akan tetapi, disarankan untuk menjadi wilayah tersendiri, dengan mempertimbangkan wilayah geografi dan masalah etnik.

Catatan kaki

Referensi

  • “Operations In Jammu and Kashmir 1947-1948” Ministry of Defence, Government of India, Thomson Press (India) Limited. New Delhi 1987. This is the Indian Official History, and was the major source for this work.
  • “The Indian Army After Independence”, by KC Praval, 1993. Lancer International, ISBN 1-897829-45-0
  • “Slender Was The Thread: The Kashmir confrontation 1947-1948”, by Maj Gen LP Sen, 1969. Orient Longmans Ltd New Delhi.
  • “Without Baggage: A personal account of the Jammu and Kashmir Operations 1947-1949” Lt Gen. E. A. Vas. 1987. Natraj Publishers Dehradun. ISBN 81-85019-09-6.
  • "Kashmir: A Disputed Legacy, 1846-1990" by Alastair Lamb, 1991. Roxford Books. ISBN 0-907129-06-4.
  • “The Indian Armour: History Of The Indian Armoured Corps 1941-1971”, by Maj Gen Gurcharn Sandu, 1987, Vision Books Private Limited, New Delhi, ISBN 81-7094-004-4.
  • “Thunder over Kashmir”, by Lt Col Maurice Cohen. 1955 Orient Longman Ltd. Hyderabad
  • “Battle of Zoji La”, by Brig Gen SR Hinds, Military Digest, New Delhi, 1962.
  • “History of Jammu and Kashmir Rifles (1820-1956)”, by Maj K Barhma Singh, Lancer International New Delhi, 1990, ISBN 81-7062-091-0.


Ikon rintisan

Artikel bertopik militer ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan