Selasa, 27 Oktober 2026
09:42 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Perang Burgundy

Perang Burgundy

konflik antara Adipati Burgundy dan Konfederasi Swiss Lama, 1474–77

Bagikan:
Perang Burgundy
330px-Battle_of_Laupen.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tanggal1474-1477
Lokasi
Lorraine dan Swiss barat laut
Hasil Kemenangan Prancis-Swiss
Pihak yang terlibat
40px-Flag_of_Bourgogne.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kadipaten Burgundy

40px-Flag_of_Switzerland.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Konfederasi Swiss
40px-Blason_France_moderne.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dinasti Valois

Perang Burgundy adalah konflik yang terjadi antara Adipati Burgundy melawan Raja Prancis, yang nantinya melibatkan Konfederasi Swiss, yang akan memainkan peran menentukan. Perang terbuka meletus pada tahun 1474, dan pada tahun berikutnya, Adipati Burgundy, Charles yang Berani, dapat ditaklukan pada pertempuran dan terbunuh dalam pertempuran Nancy. Kadipaten Burgundy dan beberapa tanah Burgundy lainnya menjadi bagian dari Prancis, sementara Belanda Burgundy dan Franche-Comté menerima warisan dari saudara kandung perempuan Charles, dan diberikan kepada Wangsa Habsburg.

Daftar pustaka

  • Richard Vaughan, Charles the Bold: The Last Valois Duke of Burgundy. London, Longman Group Ltd., 1973. ISBN
  • Florens Deuchler, Die Burgunderbeute: Inventar der Beutestücke aus den Schlachten von Grandson, Murten und Nancy 1476/1477, Verlag Stämpfli & Cie, Bern 1963.
Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan