Senin, 02 November 2026
10:48 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Peperangan biologis

Peperangan biologis

artikel daftar Wikimedia

Bagikan:
Untuk penggunaan agen biologis oleh teroris, lihat bioterorisme.
Senjata pemusnah massal
250px-WMD_world_map.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Menurut jenis
Menurut negara
Proliferasi
Traktat

Peperangan biologis adalah penggunaan toksin biologi atau agen infeksius seperti bakteri, virus, dan jamur dengan tujuan membunuh atau melumpuhkan daya tahan manusia, hewan atau tumbuhan sebagai sebuah tindakan perang. Senjata biologis (sering disebut "bio-senjata", "agen ancaman biologis", atau "bio-agen") adalah organisme hidup atau entitas yang direplikasi (virus, yang secara universal tidak dianggap "hidup") yang mereproduksi atau mereplikasi dalam korban-korban mereka. Perang entomologi (serangga) juga dianggap jenis senjata biologis. Jenis perang ini berbeda dari perang nuklir dan perang kimia, yang bersama dengan peperangan biologis disebut, NBC, akronim militer dari perang nuklir, biologi, dan chemical (bahasa Indonesia:kimia) menggunakan senjata pemusnah massal. Tidak ada senjata tersebut yang menjadi senjata konvensional, yang utamanya dikembangkan untuk potensi ledak, kinetik atau insendiari mereka.

Senjata biologis dipakai dalam berbagai cara untuk meraih kemajuan strategis atau taktikal terhadap musuh, baik melalui ancaman atau penggunaan sebenarnya. Seperti beberapa senjata kimia, senjata biologis juga digunakan sebagai senjata penyangkalan kawasan.

Referensi

Bacaan tambahan

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan