Senin, 26 Oktober 2026
14:27 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Peperangan Candu

Peperangan Candu

artikel daftar Wikimedia

Bagikan:
250px-Second_Opium_War-guangzhou.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pertempuran di Guangzhou selama Perang Candu Kedua

Peperangan Candu, Peperangan Opium (Hanzi:鸦片战争; Hanzi tradisional: 鴉片戰爭; Hanzi:Yāpiàn Zhànzhēng), juga disebut Perang Inggris-Tiongkok, berlangsung dari tahun 1839 - 1842 dan 1856 - 1860[1] sebagai klimaks dari sengketa perdagangan antara Tiongkok di bawah Dinasti Qing dengan Britania Raya dan Prancis (Perang Candu ke 2). Penyelundupan opium Britania dari India ke Tiongkok dan usaha pemerintah Tiongkok menerapkan hukum obat-obatannya menyebabkan konflik militer. Perang ini bermula akibat disegelnya gudang candu Britania oleh Tentara Qing di bawah pimpinan Lin Zexu dan tentara Qing juga membuang 1 juta candu ke laut. Lin Zexu juga mengirim surat damai ke ratu Victoria walaupun tak pernah sampai ke Beliau.

Tiongkok kalah dalam perang ini, sehingga Perjanjian Nanjing dan Perjanjian Tianjin ditandatangani. Akibat perang ini, Hong Kong diserahkan kepada Britania Raya sedangkan Manchuria Luar diserahkan kepada Rusia.

Liha pula

Referensi

  1. ↑ Hanes, William Travis (2002). Opium Wars: The Addiction of One Empire and the Corruption of Another. hlm. 3.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |coauthors= diabaikan (|author= disarankan)


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan