Kamis, 29 Oktober 2026
14:41 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Koro (penyakit)

Bagikan:
Artikel ini bukan mengenai Kuru (penyakit).
Koro
Nama lainSindrom retraksi genital, penis menyusut
SpesialisasiPsikiatri

Koro adalah gangguan waham terikat budaya di mana individu memiliki keyakinan yang sangat kuat bahwa organ kelamin mereka sedang tertarik masuk dan akan menghilang, meskipun tidak ada perubahan nyata yang bersifat jangka panjang pada alat kelamin tersebut.[1][2] Koro juga dikenal sebagai penis menyusut, dan tercantum dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders.

Sindrom ini terjadi di seluruh dunia, dan histeria massal berupa kecemasan akan penyusutan alat kelamin memiliki sejarah di Afrika, Asia, dan Eropa.[3] Di Amerika Serikat dan Eropa, sindrom ini umumnya dikenal sebagai sindrom retraksi genital.[4]

Kondisi ini dapat didiagnosis melalui penilaian psikologis, yang disertai dengan pemeriksaan fisik untuk menyingkirkan kemungkinan gangguan nyata pada alat kelamin yang dapat menyebabkan retraksi yang sebenarnya.[5][6]

Kata ini dipinjam dari bahasa Melayu yang berarti kepala kura-kura, merujuk pada tampilannya saat hewan tersebut menarik kepalanya ke dalam cangkang.[7][8]

Referensi

  1. ↑ American Psychiatric Association (2000). Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, 4th ed., text revision. American Psychiatric Pub. hlm. 898–901. ISBN 978-0-89042-025-6.
  2. ↑ "Koro". dictionary.com. Diakses tanggal 1 April 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Mattelaer, Johan J.; Jilek, Wolfgang (September 2007). "SEXUAL MEDICINE HISTORY: Koro—The Psychological Disappearance of the Penis". The Journal of Sexual Medicine. 4 (5): 1509–1515. doi:10.1111/j.1743-6109.2007.00586.x. PMID 17727356.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "Top 10 Little-Known Mental Disorders". Discovery Communications. Diarsipkan dari asli tanggal 15 Oktober 2012. Diakses tanggal 15 Juli 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Chowdhury, Arabinda N. (Maret 1996). "The definition and classification of Koro". Culture, Medicine and Psychiatry. 20 (1): 41–65. doi:10.1007/BF00118750. PMID 8740958. S2CID 12734087.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Ghanem, Hussein; Glina, Sidney; Assalian, Pierre; Buvat, Jacques (Januari 2013). "Position Paper: Management of Men Complaining of a Small Penis Despite an Actually Normal Size". The Journal of Sexual Medicine. 10 (1): 294–303. doi:10.1111/j.1743-6109.2012.02725.x. PMID 22512935.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ Yap, P. M. (Januari 1965). "Koro—A Culture-bound Depersonalization Syndrome". British Journal of Psychiatry. 111 (470): 43–50. doi:10.1192/bjp.111.470.43. PMID 14261727. S2CID 19901339.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ Gorvett, Zaria. "What we can learn from 'untranslatable' illnesses". www.bbc.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 9 Juni 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Bacaan lanjutan

Pranala luar

Klasifikasi
Ikon rintisan

Artikel bertopik penyakit ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan