Rabu, 28 Oktober 2026
12:01 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Pengalaman indrawi

Bagikan:

Teori tentang data indera adalah sebuah pandangan dalam filsafat persepsi, yang populer pada awal abad ke-20, dianut oleh para filsuf seperti Bertrand Russell, C. D. Broad, H. H. Price, A. J. Ayer, dan G. E. Moore. Data indera dipahami sebagai objek yang bergantung pada pikiran, yang keberadaan dan sifat-sifatnya kita ketahui secara langsung melalui pengalaman persepsi. Objek-objek ini merupakan pengalaman yang belum dianalisis di dalam pikiran, yang muncul dalam kesadaran sebelum diproses oleh operasi mental tingkat lanjut, persis sebagaimana adanya.

Data indera sering ditempatkan dalam urutan waktu dan/atau kausalitas, sedemikian rupa sehingga mereka muncul setelah kemungkinan ketidakandalan sistem persepsi kita, namun sebelum kemungkinan kesalahan selama analisis konseptual tingkat tinggi, sehingga bersifat tak tergoyahkan. Dengan demikian, mereka berbeda dari objek 'nyata' di dunia luar pikiran, yang keberadaan dan sifat-sifatnya seringkali dapat kita salah pahami.

Pembicaraan tentang data indera sejak itu banyak digantikan oleh istilah yang terkait erat, yaitu qualia. Formulasi the given juga memiliki kaitan yang dekat dengan hal ini. Dari istilah-istilah ini tidak ada yang memiliki definisi tunggal yang koheren dan disepakati secara luas, sehingga hubungan tepat di antara mereka tetap tidak jelas. Salah satu aspek paling membingungkan dari teori-teori data indera abad ke-20 adalah sifat rubriknya yang ambigu.

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik filsafat ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan