Sabtu, 31 Oktober 2026
02:57 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Penambangan uranium

Penambangan uranium

Proses ekstraksi uranium dari bawah tanah

Bagikan:
250px-2007Uranium.PNG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Penambangan uranium per tahun 2007, berdasarkan negara. Data diambil dari .
330px-Uranium_production_world.PNG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Produksi uranium dunia pada tahun 2005.

Penambangan uranium adalah proses ekstraksi uranium dari bawah tanah. Produksi uranium dunia pada tahun 2009 mencapai 50.572 ton. Kazakhstan, Kanada, dan Australia adalah 3 produsen uranium utama dunia dan berkontribusi terhadap 63% produksi uranium dunia. Beberapa negara produsen lain yang produksinya lebih dari 1000 ton per tahun diantaranya Namibia, Rusia, Niger, Uzbekistan, dan Amerika Serikat.[1]

Penggunaan paling umum dari uranium ini adalah untuk pembangkit listrik tenaga nuklir. Sampai tahun 2008, cadangan bijih uranium yang diketahui saat ini masih cukup untuk memproduksi bahan bakar untuk satu abad ke depan, dengan jumlah konsumsi sebesar saat ini.[2]

Setelah bijih uranium ditambang, kemudian diproses dengan memotong material bijih menjadi partikel-partikel kecil berukuran sama dan kemudian mengekstrak uranium dengan proses leaching kimia. Proses ini akan menghasilkan material padat berbentuk padatan bubuk kering yang disebut "yellowcake," yang dijual di pasar sebagai U3O8.

Referensi

  1. ↑ "World Uranium Mining". World Nuclear Association. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-12-26. Diakses tanggal 2010-06-11.
  2. ↑ "Uranium resources sufficient to meet projected nuclear energy requirements long into the future". Nuclear Energy Agency (NEA). 3 Juni 2008. Diarsipkan dari asli tanggal 2008-12-05. Diakses tanggal 2008-06-16. Uranium 2007: Resources, Production and Demand, juga dikenal dengan Red Book, mengestimasi bahwa sumber daya uranium yang dapat ditambang dengan biaya kurang dari USD 130/kg adalah sekitar 5,5 juta ton, naik dari 4,7 juta ton pada tahun 2005. Meski begitu, tampaknya estimasi ini terlihat terlalu optimis karena tidak memperhitungkan biaya pembangunan, akuisisi lahan, pajak, dan lain-lain. Undiscovered resources, i.e. uranium deposits that can be expected to be found based on the geological characteristics of already discovered resources, have also risen to 10.5 million tonnes. This is an increase of 0.5 million tonnes compared to the previous edition of the report. The increases are due to both new discoveries and re-evaluations of known resources, encouraged by higher prices.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan