Minggu, 01 November 2026
07:20 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Pempek kulit

Pempek kulit

Bagikan:
250px-Pempek_Kulit_khas_Palembang.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pempek kulit

Pempek kulit adalah salah satu variasi dari pempek, makanan khas Palembang yang terbuat dari ikan dan tepung sagu. Berbeda dengan jenis pempek lainnya, pempek kulit menggunakan olahan daging dan kulit ikan dalam adonannya, memberikan tekstur yang lebih kenyal dan rasa yang lebih kaya. Pempek ini biasanya digoreng hingga berwarna kecokelatan dan disajikan dengan saus cuko, yaitu saus asam pedas manis yang terbuat dari gula merah, asam jawa, cabai, dan bawang putih. Pempek kulit sering ditemukan di berbagai penjual pempek di Palembang dan kota-kota lain di Indonesia.[1]

Pempek kulit adalah salah satu variasi pempek khas Palembang yang memiliki keunikan tersendiri dalam hal bahan dan rasa. Berbeda dengan jenis pempek lainnya, pempek kulit dibuat dengan memanfaatkan kulit ikan—biasanya ikan tenggiri—yang dicampur dengan daging ikan dan bumbu-bumbu seperti bawang putih, garam, dan penyedap rasa. Penggunaan kulit ikan ini tidak hanya memberikan tekstur yang lebih kenyal, tetapi juga rasa yang lebih gurih dan aroma khas yang membedakannya dari varian pempek lainnya. Namun, aroma amis yang dihasilkan dari kulit ikan sering kali menjadi tantangan tersendiri. Untuk mengurangi aroma tersebut, kulit ikan biasanya dicuci dengan air asam atau cuka sebelum diolah, atau dicampur dengan daging ikan dalam proporsi tertentu untuk menyeimbangkan rasa dan aroma. Selain itu, pempek kulit memiliki dua variasi tekstur yang dapat disesuaikan dengan selera. Varian pertama adalah pempek kulit dengan tekstur tipis dan garing, yang sering disebut sebagai pempek kulit renyah. Varian ini menggunakan lebih banyak kulit ikan dan sagu dalam adonannya, menghasilkan sensasi renyah saat digigit. Sementara itu, varian kedua memiliki tekstur yang lebih empuk dan gurih, dengan komposisi daging ikan dan air yang lebih dominan dalam adonan, memberikan kelembutan pada setiap gigitan. Kedua varian ini menawarkan pengalaman rasa yang berbeda, tetapi tetap mempertahankan cita rasa khas pempek kulit yang autentik.[2]

Cara Membuat Pempek Kulit

Dalam proses pembuatannya, adonan pempek kulit dibentuk pipih menyerupai perkedel, kemudian digoreng hingga berwarna kecokelatan dan teksturnya renyah di luar namun tetap lembut di dalam. Pempek kulit biasanya disajikan dengan saus cuko—saus khas Palembang yang terbuat dari gula merah, asam jawa, cabai, dan bawang putih—yang memberikan sensasi rasa asam, manis, dan pedas yang menyegarkan. Kombinasi antara rasa gurih dari pempek dan kelezatan saus cuko menjadikan pempek kulit sebagai salah satu hidangan yang digemari oleh berbagai kalangan.[2]

Referensi

  1. ↑ Fimela.com (2022-01-01). "Resep Pempek Kulit Empuk". fimela.com. Diakses tanggal 2025-03-21.
  2. 1 2 Haloho, Merry Natalia. "Mengenal Pempek Kulit Khas Palembang, Resep dan Cara Pembuatannya". detiksumbagsel. Diakses tanggal 2025-03-21.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan