Senin, 19 Oktober 2026
07:46 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Pembuktian matematika

demonstrasi cermat untuk menguji logika pada pernyataan matematika

Bagikan:
Artikel ini perlu dikembangkan dari artikel terkait di Wikipedia bahasa Inggris. (Mei 2025)
klik [tampil] untuk melihat petunjuk sebelum menerjemahkan.
  • Lihat versi terjemahan mesin dari artikel bahasa Inggris.
  • Terjemahan mesin Google adalah titik awal yang berguna untuk terjemahan, tapi penerjemah harus merevisi kesalahan yang diperlukan dan meyakinkan bahwa hasil terjemahan tersebut akurat, bukan hanya salin-tempel teks hasil terjemahan mesin ke dalam Wikipedia bahasa Indonesia.
  • Jangan menerjemahkan teks yang berkualitas rendah atau tidak dapat diandalkan. Jika memungkinkan, pastikan kebenaran teks dengan referensi yang diberikan dalam artikel bahasa asing.
  • Setelah menerjemahkan, {{Translated|en|Mathematical proof}} harus ditambahkan di halaman pembicaraan untuk memastikan kesesuaian hak cipta.
  • Untuk panduan lebih lanjut, lihat Wikipedia:Panduan dalam menerjemahkan artikel.

Pembuktian matematika adalah sebuah demonstrasi argumen untuk menunjukkan asumsi-asumsi dalam suatu pernyataan matematika menghasilkan konklusi dengan logika yang runut, dengan bantuan argumen penalaran deduktif. Argumen tersebut boleh menggunakan pernyataan lain, seperti teorema, tetapi, suatu pembuktian matematika bisa disusun hanya dengan beberapa asumsi mendasar atau asli yang disebut sebagai aksioma,[1][2] bersama dengan aturan inferensi yang diterima. Pembuktian matematika adalah contoh dari penalaran deduktif menyeluruh untuk memberikan kepastian logis, hal ini perlu dibedakan dengan argumen empiris atau penalaran induktif yang tidak menyeluruh untuk memberikan "ekspektasi yang masuk akal". Dalam pembuktian matematika, suatu pernyataan berlaku dan benar dalam banyak kasus tidak dapat menjadi bukti yang cukup. Suatu pernyataan berlaku apabila pernyataan tersebut berlaku dan benar untuk semua kasus. Suatu proposisi yang belum dapat dibuktikan, tetapi melalui serangkaian penalaran dipercaya sebagai suatu kebenaran disebut dengan konjektur, atau disebut juga dengan hipotesis apabila digunakan secara terus menerus untuk kajian matematis lebih dalam.

Pembukitan menggunakan logika yang diekspresikan dalam simbol matematika, bersama dengan bahasa alami yang biasanya menerima beberapa ambiguitas. Dalam kebanyakan literatur matematika, bukti ditulis dalam bentuk logika informal yang ketat. Pembuktian formal murni, yang ditulis sepenuhnya dalam bahasa simbolis tanpa melibatkan bahasa alami, dipertimbangkan dalam teori pembuktian. Perbedaan antara bukti formal dan informal telah menyebabkan perkembangan penelitian tentang praktik matematika kini dan di masa lalu, kuasi-empirisme dalam matematika, dan apa yang disebut matematika populer, tradisi lisan dalam komunitas matematika arus utama atau dalam budaya lain. Filsafat matematika berkaitan dengan peran bahasa dan logika dalam pembuktian, dan matematika sebagai bahasa.

Jenis pembuktikan

Terdapat sejumlah cara untuk membuktikan sebuah pernyataan pada:

  • Induksi: Orang membuktikan teorema itu benar di suatu kejadian tertentu dan kemudian membuktikan kejadian selanjutnya juga benar.
  • Pembuktian kontradiksi: Seseorang menunjukkan bahwa jika beberapa pernyataan salah, sebuah kontradiksi logika terjadi, karena itu pernyataan harus benar.
  • Pembuktian langsung: Seseorang membuktikan suatu implikasi (A → B) dengan asumsi pada hipotesis A itu benar dan kemudian membuktikan kesimpulan B itu benar.
  • Transposisi: Seseorang membuktikan sebuah implikasi (A → B) dengan asumsi pada kesimpulan B salah atau kemudian menentukan hipotesis itu juga salah.

Akhir bukti

Artikel utama: Q.E.D.

Terkadang, singkatan "Q.E.D." ditulis untuk menandakan akhir bukti. QED adalah singkatan dari "Quod Erat Demonstrandum", kata Latin untuk "itulah yang ditunjukkan". Cara lain adalah dengan menggunakan persegi atau segitiga, seperti □ atau ∎, yang dikenal sebagai "batu nisan" atau "halmos" yang diambil dari eponim Paul Halmos. Sering kali, kalimat "yang telah diperlihatkan" disebutkan secara verbal ketika menuliskan "QED", "□", atau "∎" saat presentasi oral. Unicode memberikan karakter "akhir pembuktian", U+220E∎akhir pembuktian (atau nilai desimalnya: 8718).

Daftar pembuktian

Sistem koordinasi

Aturan penghitungan diferensial

Referensi

  1. ↑ Cupillari, Antonella (2005). The nuts and bolts of proofs (Edisi 3rd ed). Amsterdam Boston: Elsevier Academic Press. ISBN 978-0-12-088509-1.{{cite book}}: |edition= memiliki teks tambahan
  2. ↑ Gossett, Eric (2009). Discrete mathematics with proof (Edisi 2nd ed). Hoboken (N.J.): Wiley. ISBN 978-0-470-45793-1.{{cite book}}: |edition= memiliki teks tambahan


Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan