Selasa, 20 Oktober 2026
00:03 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Pelargonium zonale

Pelargonium zonale

Bagikan:
Pelargonium zonale
250px-Pelargonium_zonale_in_wild.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Di Afrika Selatan
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Rosidae
Ordo: Geraniales
Famili: Geraniaceae
Genus: Pelargonium
Spesies:
P. zonale
Nama binomial
Pelargonium zonale
Sinonim[1]
  • Ciconium clarum Hoffmanns.
  • Ciconium cocciniflorum Hoffmanns.
  • Ciconium densiflorum Eckl. & Zeyh.
  • Ciconium leucanthum Hoffmanns.
  • Ciconium rosula Hoffmanns.
  • Ciconium stenopetalum Hoffmanns.
  • Ciconium zonale (L.) Hoffmanns.
  • Geraniospermum zonale (L.) Kuntze
  • Geranium marginatum Cav.
  • Geranium zonale L.

Pelargonium zonale merupakan spesies Pelargonium yang berasal dari Afrika Selatan, khususnya di bagian barat Provinsi Tanjung, dan termasuk dalam keluarga geranium. Tumbuhan ini menjadi salah satu leluhur utama dari Pelargonium × hortorum, tanaman hias yang banyak dibudidayakan dan kerap dikenal dengan sebutan “geranium”, “geranium tapal kuda”, “geranium zona”, atau “pelargonium zona”.[2]

Pelargonium zonale pertama kali dikumpulkan oleh Henrik Bernard Oldenland pada tahun 1689 di Meiringspoort Pass. Spesies ini kemudian dideskripsikan oleh ahli botani Belanda Jan Commelijn (1629–1692) dan digambarkan melalui lukisan cat air oleh Maria Moninckx.[3]

Deskripsi

Pelargonium zonale merupakan semak yang tumbuh tegak atau menyebar tidak beraturan, umumnya mencapai tinggi sekitar 1 meter. Batangnya berdaging dan bertekstur halus ketika masih muda, lalu perlahan mengeras dan menjadi berkayu seiring usia tanaman. Daunnya memiliki pola “zona” berupa garis gelap sempit yang membentuk motif zigzag khas, yang menjadi dasar penamaan ilmiah maupun sebutan umumnya. Bunga tanaman ini muncul dalam kelompok berbentuk payung, dengan setiap bunga memiliki bentuk zigomorfik yang mencolok. Kelopaknya relatif sempit, berwarna merah muda terang, sering kali dihiasi guratan kemerahan di sepanjang permukaannya. Daun berbentuk menyerupai ginjal, bertangkai panjang, dan umumnya berdiameter 5–8 cm. Tanaman ini dikenal tidak hanya karena bentuk dan warnanya yang menarik, tetapi juga karena karakteristik hiasnya yang kuat dan mudah dibedakan.[2]

Kultivasi

Pada abad ke-16, biji Pelargonium dibawa dari Afrika ke kota Leiden di Belanda, tempat tanaman tersebut pertama kali dibudidayakan di kebun raya. Tidak lama kemudian, tanaman ini menyebar ke Kepulauan Britania, Prancis, Italia, dan Spanyol, dan dengan cepat meraih popularitas. Penyebarannya terus berlanjut hingga mencapai wilayah Karibia, dan pada abad ke-17 spesies ini sudah dikenal di Amerika Utara. Kini, Pelargonium zonale telah dinaturalisasi di berbagai daerah beriklim subtropis dan tropis, sedangkan di kawasan yang lebih dingin harus dipelihara di dalam ruangan.[4]

Perbanyakan tanaman ini dapat dilakukan melalui biji maupun secara vegetatif. Biji yang memiliki lapisan keras akan berkecambah sekitar 14 hari pada suhu sekitar 18-22 °C setelah kulit bijinya dilemahkan. Sejak abad ke-20, teknik mikropropagasi juga telah dimanfaatkan secara komersial. Di wilayah beriklim sedang, tanaman biasanya ditanam di luar ruangan pada musim semi, kemudian digali sebelum datangnya embun beku pertama dan dipindahkan ke dalam ruangan untuk melewati musim dingin, sebelum akhirnya ditanam kembali di luar saat musim semi tiba.[5]

Referensi

  1. 1 2 "Pelargonium zonale", The Plant List, diakses tanggal 2015-01-23
  2. 1 2 Lawrence, Ebrahim (2002), "Pelargonium zonale (L.) L'Hérit.", PlantZAfrica, South African National Biodiversity Institute, diakses tanggal 2025-11-26
  3. ↑ British Museum (Natural History).; History), British Museum (Natural; Britten, James; Dandy, J. E.; Savage, Spencer; History), British Museum (Natural (1958). The Sloane herbarium : an annotated list of the Horti sicci composing it; with biographical details of the principal contributors (Edisi Revised edition). London: Printed by order of the Trustees of the British Museum.{{cite book}}: |edition= memiliki teks tambahan
  4. ↑ "FNA: Pelargonium zonale vs. Pelargonium inquinans". nwwildflowers.com. Diakses tanggal 2025-11-26.
  5. ↑ "Pelargonium zonale Scarlet Diamond". www.fleuroselect.com. Diakses tanggal 2025-11-26.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan