Jumat, 09 Oktober 2026
04:33 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya
Antipaus Feliks II

Antipaus Feliks II

Bagikan:
250px-San_Felice_Martire_al_Circeo.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Patung yang dibuat menyerupai tubuh asli dari Antipaus Feliks II.

Feliks II adalah Antipaus sejak tahun 356 hingga 358.

Pada tahun 356, ia diangkat ke tahta Kepausan ketika Paus Liberius dibuang oleh Kaisar Romawi Konstantius II karena menolak menandatangani surat pengutukan atas Athanasius. Pemilihan Feliks berlawanan dengan keinginan para klerus dan masyarakat luas. Penahbisan Feliks dilakukan oleh beberapa pendeta tinggi yang dimiliki oleh istana. Ketika terpilih, ia sedang menjabat sebagai diakon agung Roma.

Pada tahun 357, karena permintaan mendesak dari utusan wanita-wanita bangsawan Romawi, Konstantius menyetujui untuk membebaskan Liberius, dengan syarat ia haru menandatangani pernyataan iman semi-Arian. Konstantius juga mengeluarkan sebuah dekret bahwa baik Feliks maupun Liberius harus memerintah secara bersama-sama. Namun, kembalinya Liberius ke Roma pada tahun berikutnya diterima oleh segala lapisan dengan sangat antusias. Hal ini menyebabkan Feliks memutuskan untuk segera mengundurkan diri dari Roma.

Hanya sedikit yang diketahui mengenai sisa hidupnya. Catatan-catatan mengenai dirinya banyak yang saling berkontradiksi, tetapi tampaknya ia menghabiskan sisa waktunya di tanah miliknya di dekat Porto. Ia meninggal pada tahun 365 dan (tanpa diketahui dasarnya) dianggap sebagai martir, yang diperingati setiap 22 Juli. Pada masa kepausan Paus Gregorius XIII, penempatan nama Feliks II di antara daftar Paus dibicarakan. Untuk membantu memutuskan, mereka mencari tahu apakah ada keajaiban yang dapat ditemukan mengenai Feliks. Sarkofagusnya dibuka, dan menurut legenda, kata "Paus dan Martir" ditemukan tertulis di tubuhnya. Namun, legenda supernatural ini tidak diakui oleh otoritas Gereja Katolik Roma.

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik Antipaus dalam Gereja Katolik Roma ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan