Sabtu, 31 Oktober 2026
16:33 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Paul Guyer

Bagikan:

Paul Guyer (/ˈɡaɪ.ər/) adalah seorang filsuf Amerika dan salah satu sarjana terkemuka mengenai Immanuel Kant dan estetika. Mulai 2012, ia menjabat sebagai Jonathan Nelson Professor of Philosophy and Humanities di Brown University hingga pensiun pada 2023. Pada 2025, ia terpilih menjadi anggota American Philosophical Society.[1]

Biografi

Paul Guyer dibesarkan di Long Island, New York, dan menempuh pendidikan dasar serta menengah di sekolah-sekolah publik setempat, sebelum lulus dari Lynbrook High School pada tahun 1965. Ia kemudian melanjutkan pendidikan tinggi di Harvard College, tempat ia lulus summa cum laude pada tahun 1969 dengan konsentrasi ganda di Departemen Filsafat dan Departemen Bahasa Jerman. Setelah itu ia melanjutkan studi pascasarjana di Harvard University, meraih gelar Ph.D. dalam filsafat dengan disertasi yang dibimbing oleh filsuf terkemuka Stanley Cavell.[2] Pendidikan akademiknya yang kuat di Harvard memberikan landasan bagi reputasinya sebagai salah satu otoritas paling berpengaruh dalam studi tentang Immanuel Kant dan estetika modern.

Guyer memulai karier mengajarnya sebagai anggota fakultas di University of Pittsburgh dari 1973 hingga 1978. Ia kemudian mengajar di University of Illinois, Chicago dari 1978 hingga 1983, sebelum bergabung dengan University of Pennsylvania pada tahun 1983 sebagai dosen tetap. Di Penn, ia meraih promosi menjadi Professor of Philosophy serta F.R.C. Murray Professor in the Humanities, posisi yang menandakan peran sentralnya dalam pengembangan studi humaniora di universitas tersebut. Selain jabatan-jabatan tetapnya, Guyer juga telah menjadi profesor tamu di sejumlah institusi bergengsi, termasuk Harvard University, Princeton University, dan University of Michigan.[2]

Pada tahun 1999, Guyer terpilih sebagai Fellow of the American Academy of Arts and Sciences, sebuah pengakuan prestisius atas kontribusinya yang luas terhadap filsafat, khususnya pada bidang estetika, epistemologi Kantian, dan sejarah filsafat modern.[3] Sepanjang kariernya, ia telah menerima berbagai penghargaan dan dukungan akademik, termasuk fellowship dari National Endowment for the Humanities, John Simon Guggenheim Memorial Foundation, dan Princeton University Center for Human Values.[4] Di tingkat internasional, ia menjadi penerima Research Prize dari Alexander von Humboldt Foundation di Jerman serta pernah menjabat sebagai Daimler Fellow di American Academy in Berlin.

Karya-karya Guyer, yang mencakup buku, suntingan akademik, serta artikel-artikel yang berpengaruh, menjadikannya salah satu figur otoritatif dalam studi Kant dan estetika kontemporer. Kontribusinya tidak hanya memperluas pemahaman terhadap teori kritis Kant, tetapi juga memperkaya kajian tentang pengalaman estetis, sejarah filsafat modern, dan hubungan antara rasionalitas, seni, dan nilai-nilai budaya.

Referensi

  1. ↑ "APS Elects New Members for 2025". www.amphilsoc.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-11.
  2. 1 2 https://vivo.brown.edu/docs/p/pguyer_cv.pdf?dt=571115106
  3. ↑ "Paul D. Guyer | American Academy of Arts and Sciences". www.amacad.org (dalam bahasa Inggris). 2025-11-06. Diakses tanggal 2025-11-11.
  4. ↑ "Guggenheim Fellowships: Supporting Artists, Scholars, & Scientists". www.gf.org. Diakses tanggal 2025-11-11.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan