Selasa, 27 Oktober 2026
04:11 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Paul Althaus

Paul Althaus

Bagikan:
250px-G%C3%B6ttingen_Aula_Konzert_H%C3%A4ndelfestspiele_2005.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Aula Universitas Gottingen tempat Paul Althaus kuliah

Paul Althaus adalah teolog Lutheran Jerman.[1] Ia anak dari Adolf Paul Johannes Althaus.[2] Masa hidupnya pada tahun 1888-1966.[2] Fokus pemikiran Althaus adalah pewahyuan Kristen, yang berada di antara pemikiran Karl Barth dan Hendrik Kraemer.[1] Menurut Barth agama-agama lain bukan hanya menjadi media dari pewahyuan tetapi mereka sebenarnya berdiri dalam jalan pewahyuan tersebut.[1] Sedangkan menurut Kraemer, pewahyuan umum yaitu pengetahuan akan Allah adalah kemampuan pada tingkat tertentu, tetapi hanya sebagai persiapan datangnya kepenuhan pewahyuan Allah dalam Kristus.[1] Selain itu Althaus juga berada di ekstrem tengah antara Barth yang eksklusif dan Ernst Troeltsch yang pluralis.[1] Paul Althaus memberikan kontribusi yang khas mengenai Kristen dan teologi agama-agama yaitu pemikirannya yang disebut wahyu asli.[1] Realitas Allah dapat dipahami di belakang agama-agama oleh kebajikan kesaksian Allah sendiri.[1] Wahyu asli adalah bersumber dan upaya kreatif agama-agama, dan agama-agama mengekspresikan wahyu asli.[1] Sehingga agama-agama, bukan menjadi hambatan untuk mengenal Allah, melainkan Allah menghendakinya agar digunakan sebagai kendaraan dalam jalan mengenal kebenaran Allah.[1] Althaus mengatakan wahyu yang asli berada dalam pemberian pengalaman manusia yang belum lengkap, dorongan hati nurani.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 (Inggris)Veli-Matti Karkkainen. 2003. An Introduction to the Theology of Religions. Illinois: InterVarsity Press. Hal. 187-189.
  2. 1 2 (Inggris)Nicholas Lossky. 1991. Dictionary of the Ecumenical Movement. Geneva: WCC Publications. Hal. 1049.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan