Kamis, 01 Oktober 2026
22:01 WIB
TERKINI
Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti
Pasar Seni

Pasar Seni

pusat perbelanjaan di Malaysia

Bagikan:
Pasar publik in Kuala Lumpur, MalaysiaTemplat:SHORTDESC:Pasar publik in Kuala Lumpur, Malaysia
Central Market
330px-KLCentralMarket.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
osm-intl,16,a,a,250x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Pasar_Seni&revid=29863481&groups=_871323e4bd21f89e981a8db5af0f9cfcbb9f2530&parser=parsoid
Peta interaktif area Central Market
Nama lainbahasa Melayu: Pasar Seni
Hanzi: 中央艺术坊
bahasa Tamil: மத்திய சந்தை
Informasi umum
JenisPasar publik
Gaya arsitekturArt Deco
LokasiJalan Tun Tan Cheng Lock,
Kuala Lumpur, Malaysia
Koordinat3°08′45″N 101°41′44″E / 3.14583°N 101.69556°E / 3.14583; 101.69556
Mulai dibangun1888
Selesai dibangun1937
PemilikCentral Market Sdn Bhd
ManajemenKha Seng Group
Data teknis
Jumlah lantai2

Pasar Seni adalah sebuah pasar di Kuala Lumpur, Malaysia. Pasar Seni terletak di Jalan Tun Tan Cheng Lock dan bagian khusus pejalan kaki di Jalan Hang Kasturi, beberapa menit dari Jalan Petaling. Pasar ini didirikan pada tahun 1888 dan awalnya digunakan sebagai pasar basah,[1] sementara bangunan bergaya Art Deco yang ada pada saat ini merupakan bangunan yang selesai pada tahun 1937. Tempat ini telah diklasifikasikan sebagai Situs Warisan oleh Badan Warisan Malaysia dan sekarang menjadi markah tanah di Malaysia.

Sejarah

Bangunan aslinya dibangun pada tahun 1888 oleh Inggris di masa kolonial Britania Malaya. Tempat itu digunakan sebagai pasar basah untuk warga Kuala Lumpur dan penambang timah. Pasar basah sangat nyaman bagi penduduk kota awal karena berada di sekitar halte bus Klang, pusat layanan bus pengumpan untuk Kuala Lumpur dan stasiun kereta.

Ekspansi pasar dilakukan pada tahun 1889, 1895, 1920 dan 1921. Pada tahun 1933, ekspansi pada gudang membuat pasar menjadi ukuran yang sekarang terlihat, dengan biaya sekitar $ 167.000.

Karena Kuala Lumpur mengalami perkembangan sangat cepat pada tahun 1970-an, ada rencana untuk menghancurkan situs tersebut. Intervensi Badan Warisan Malaysia terbukti tepat waktu ketika mereka berhasil mengajukan petisi menentang dekonstruksi dan situs tersebut dinyatakan sebagai 'Situs Warisan'.

Selama pembangunan Kompleks Dayabumi dekat tepi Sungai Klang pada tahun 1981, pasar ini selamat dari upaya pembongkaran. Pada tahun 1985, pasar ini direnovasi menjadi gaya baru yang bersemangat dan penuh warna, dan secara resmi dikenal sebagai Pasar Budaya sejak April 1986.

Fitur

Pasar Sentral Kuala Lumpur dibagi kedalam beberapa tipe kios, mewakili konsep pasar tradisional yang telah ada di Kuala Lumpur sejak tahun 1800-an. Wisatawan dapat menelusuri banyak bagian yang ada di Pasar Sentral, dari Lorong Melayu, Lorong Cina, dan Lorong India yang terletak di sayap barat. Lantai kedua menjadi tempat penjaja makanan yang menawarkan beragam makanan. Bangunan dua lantai dan satu lantai menyerupai rumah-rumah bergaya kampung yang mewakili banyak kelompok etnis yang hidup secara harmonis di Kuala Lumpur.[2]

Referensi

  1. ↑ "Central Market". Tourism Malaysia. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-06-23. Diakses tanggal 25 Mei 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Pasar Seni". welcome-kl.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-07-21. Diakses tanggal 2012-07-17.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan