Senin, 28 September 2026
20:05 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto

Pasar Kembang

Pusat perbelanjaan di Indonesia

Pasar Kembang (bahasa Jawa:Hanacaraka: ꦥꦱꦂꦏꦼꦩ꧀ꦧꦁ, disingkat Sarkem) adalah sebuah kawasan yang terletak di Kota Yogyakarta yang dikenal sebagai pusat kegiatan prostitusi di masa lalu. Kawasan ini berada di sekitar kawasan Malioboro, yang merupakan salah satu kawasan paling ramai di Kota Yogyakarta.

Etimologi

Nama "Pasar Kembang" diambil dari tempat ini yang dulu memang digunakan sebagai tempat untuk berjualan kembang (bunga).[butuh rujukan]

Selain itu, "Pasar Kembang" merupakan sebuah nama jalan yang kemudian digunakan untuk menyebut kawasan di sekitarnya; serta secara administratif kawasan ini terletak di Kalurahan Sosromenduran, Kemantren Gedongtengen, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.[1]

Sejarah

Pasar Kembang ini tekah berkembang sejak era penjajahan Kolonial Belanda, sejak tahun 1884.[2] Kawasan ini juga dikenal sebagai Balokan karena fungsinya sebagai tempat menyimpan balok kayu untuk kebutuhan lokomotif.[2] Namun pada perkembangnya Pasar Kembang atau lebih dikenal dengan Sarkem ini menjadi salah satu lokalisasi pertama yang didirikan di Hindia Belanda.[3]

Pada perkembangnannya Sarkem ini menjadi kawasan yang sangat ramai. Kawasan ini menjadi kawasan yang sering dikunjungi para wisatawan baik wisatawan domestik ataupun wisatawan mancanegara.[4] Banyak hotel-hotel atau penginapan sejenis dibangun di sekitar kawasan ini. Khusus untuk wisatawan mancanegara sering menjadikan kawasan ini sebagai destinasi pertama yang kemudian dilanjutkan ke kawasan Prawirotaman (kawasan yang dikenal sebagai Bali kecilnya Jogja).[5]

Sekarang

Kawasan pasar Kembang ini dulu dikenal sebagai lokalisasi yang cukup ramai di Kota Yogyakarta, tetapi pada tahun 2016 muncul wacana untuk menutup lokalisasi ini.[6] Terkait wacana tersebut banyak timbul pro dan kontra terkait wacana tersebut.[7] Hal ini mengingat bahwa Sarkem ini adalah tempat banyak orang menggantungkan kehidupannya, baik itu para penyedia jasa wisata malamnya atau juga para pendukung penyedia jasa wisata malam tersebut.[butuh rujukan]

Pada tahun 2018, pemerintah kota Yogyakarta melakukan penutupan terhadap lokalisasi ini, seiring dengan upaya untuk menata kota dan mengurangi kegiatan prostitusi.[butuh rujukan]

Pasar Kembang dekat dengan Stasiun Yogyakarta, Jalan Maliboro, Keraton Yogyakarta, Benteng Vredeburg, dan Pasar Beringharjo.[8]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Elsi, Lintia. "Sejarah Sarkem, Pasar Kembang yang Kini Tak Lagi Menjual Bunga". detikTravel. Diakses tanggal 2025-02-22.
  2. 1 2 Media, Kompas Cyber (2023-03-12). "Sejarah Sarkem di Yogyakarta, Tempat Simpan Kayu untuk Lokomotif Uap". KOMPAS.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-02-22.
  3. ↑ Indrawati, Tri (20 Januari 2023). "Sarkem, Lokalisasi Tertua di Indonesia". Kompas.Com. Diakses tanggal 22 februari 2025.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  4. ↑ Santo. "Sarkem Jogja Ternyata Jadi Tempat Nongkrong Turis Sebelum Prawirotaman". detikjogja. Diakses tanggal 2025-02-22.
  5. ↑ Santo (11 Agustus 2023). "Sarkem Jogja Ternyata Jadi Tempat Nongkrong Turis Sebelum Prawirotaman". Detik.com. Diakses tanggal 22 februari 2025.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  6. ↑ Okezone (2016-03-03). "Setelah Dolly dan Kalijodo, Giliran Sarkem Siap-Siap Ditutup : Okezone News". https://news.okezone.com/. Diakses tanggal 2025-02-22.{{cite web}}: Tautan eksternal dalam |website=
  7. ↑ "Polemik Wacana Penutupan Sarkem - JOGJA TV" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-02-22.
  8. ↑ "Kemantren Gedongtengen" (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-02-22.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan