Sabtu, 10 Oktober 2026
06:37 WIB
TERKINI
Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah
Partus sequitur ventrem

Partus sequitur ventrem

Bagikan:
250px-The_modern_Medea_%28cropped%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
The Modern Medea (1867), lukisan Margaret Garner, seorang budak Afrika-Amerika yang melarikan diri yang pada tahun 1856 membunuh putrinya sendiri agar tidak diperbudak

Partus sequitur ventrem (terj. har. 'dia yang lahir mengikuti rahim') adalah doktrin hukum yang disahkan di koloni Virginia pada tahun 1662 dan koloni kerajaan Inggris lainnya di Amerika yang menetapkan status hukum anak-anak yang lahir di sana; doktrin itu bermakna bahwa anak-anak yang lahir dari ibu yang merupakan seorang budak akan mewarisi status hukum ibu mereka. Dengan demikian, anak-anak dari perempuan yang diperbudak mempunyai status sebagai budak.[1] Doktrin hukum partus sequitur ventrem berasal dari hukum perdata Romawi, khususnya bagian-bagian yang berkaitan dengan perbudakan dan harta benda pribadi (barang), serta hukum Anglo-saxon tentang hak kepemilikan.

Referensi

  1. ↑ Lamb, Gregory M. (25 Januari 2005). "The Peculiar Color of Racial Justice". The Christian Science Monitor. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2 Agustus 2016. Diakses tanggal 17 Desember 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)


Ikon rintisan

Artikel bertopik hukum ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan