Minggu, 04 Oktober 2026
02:41 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Paris Club

Paris Club

Bagikan:
250px-Map_of_Paris_Club.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Paris Club (bahasa Prancis:Club de Paris) adalah grup informal pejabat-pejabat finansial dari 19 negara terkaya di dunia, yang menyediakan layanan finansial seperti strukturisasi hutang, keringanan hutang, pembatalan hutang kepada negara peminjam dan para kreditornya. Umumnya, negara penghutang direkomendasikan oleh Dana Moneter Internasional untuk menempuh jalur ini setelah solusi alternatif lainnya gagal.

Paris Club bersidang setiap 6 minggu di Paris, Prancis. Lembaga ini diketuai oleh pejabat senior Departemen Keuangan Prancis.

Lembaga ini berawal dari pembicaraan mengenai krisis yang diadakan di Paris pada tahun 1956 antara negara Argentina dan para kreditornya.

Pada tahun 2004, Paris Club memutuskan untuk membatalkan hutang negara Irak dan sebagian negara yang terkena bencana Gempa bumi Samudra Hindia 2004.

Anggota permanen grup ini antara lain: Australia, Austria, Belanda, Belgia, Denmark, Finlandia, Inggris, Irlandia, Italia, Korea Selatan, Jepang, Jerman, Kanada, Norwegia, Prancis, Rusia, Spanyol, Swedia, Swiss, dan Amerika Serikat.

Pranala luar

Artikel


Ikon rintisan

Artikel bertopik organisasi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan