Senin, 19 Oktober 2026
02:59 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Pari toka-toka

sejenis ikan pari kecil

Bagikan:
Pari toka-toka
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Chondrichthyes
Subkelas: Elasmobranchii
Superordo: Batoidea
Ordo: Myliobatiformes
Genus: Brevitrygon
Spesies:
B. heterura
Nama binomial
Brevitrygon heterura
Bleeker, 1852

Pari toka-toka[2] (Brevitrygon heterura), atau ada pula yang menyebutnya pari ketoka, adalah sejenis ikan bertulang rawan anggota suku pari sengat Dasyatidae.[3]: 259  Pari ini menyebar di perairan laut tropis sekitar Pulau Jawa, Pulau Kalimantan, hingga ke Thailand sebelah barat.[4] Sebelumnya, nama ilmiah ikan pari ini adalah Himantura walga, yang setelah pemisahan wilayah sebarannya terbatas di sekitar Laut Merah, Teluk Aden, Laut Arab, serta Teluk Persia ke timur hingga pesisir Mumbai di anak-benua India.[5]

Pengenalan

250px-Brevitry_heteru_190930_153203-B_lab.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Duri kecil-kecil di atas pangkal ekor

Ikan pari ini berukuran kecil; lebar badannya maksimal sekitar 24 cm DW (disc width, lebar cawan; yakni lebar melintang dari ujung ke ujung 'sayap' atau sirip dada). Jenis ini dapat dikenali melalui kombinasi beberapa ciri berikut:[3]: 258–9 [6]: 218 

  • Lempengan tubuhnya berbentuk agak bundar telur
  • Sisi atas tubuh berwarna kecokelatan atau keabu-abuan, tanpa pola; sisi bawah keputih-putihan, terkadang dengan tepi belakang berwarna cokelat abu-abu kekuningan
  • Terdapat jalur sempit dengan tonjolan-tonjolan kecil serupa duri di atas tengkuk hingga ke ekor bagian depan
  • Ekornya pendek, tidak menyerupai cambuk; ujungnya membesar dan tumpul pada hewan betina dewasa
  • Duri sengat terletak di sisi atas ekor di bagian depan
  • Di bagian bawah ekor tidak terdapat selaput atau lipatan kulit
  • Di sisi atas pangkal ekor terdapat duri-duri kecil yang cukup panjang, mencapai panjang hampir setengah diameter mata
  • Duri-duri kecil di bagian tengah punggung tidak ada atau tidak berkembang.

Bio-ekologi

Pari jantan dan betina mencapai kedewasaan pada ukuran 16–17 cm DW; sementara ukuran anak ikan pada saat lahir sekitar 8–10 cm DW. Pari ketoka bersifat vivipar dengan kecenderungan histotrofi. Anak yang dilahirkan berjumlah 1–2 ekor, dengan lama masa kandungan yang belum diketahui. Musim kawin ikan ini tidak tetap.[3]: 258–9 

Pari ketoka hidup di dasar perairan (demersal) di sekitar kepulauan dan paparan benua; kadang-kadang ditemukan pula di daerah pantai perairan teluk. Mangsanya terdiri dari krustasea kecil dan ikan-ikan kecil.[3]: 258–9 

Pemanfaatan

Pari ini umumnya ditangkap dalam jumlah besar dengan pukat dasar atau pukat harimau. Dipasarkan secara lokal, pari ini dikonsumsi sebagai ikan segar atau ikan asin.[6]: 219 

Jenis serupa

Pari halus (Brevitrygon javaensis) berwarna dan berbentuk serupa. Perbedaannya: ekornya lebih panjang dan lebih menyerupai cambuk; di sisi bawah ekor terdapat semacam lipatan kulit; di sisi atas ekor tidak ada duri-duri kecil; sementara di jalur tengah di atas punggung terdapat 1-3 deretan duri-duri yang membesar.[3]: 260–1  Pari halus hanya ditemukan di perairan selatan pulau Jawa, di sekitar Cilacap.[7]

Catatan kaki

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Brevitrygon heterura.
  1. ↑ Sherman, C.S.; Bin Ali, A.; Bineesh, K.K.; Derrick, D.; Dharmadi, Fahmi, Fernando, D.; Haque, A.B.; Maung, A.; Seyha, L.; Tanay, D.; Utzurrum, J.A.T.; Vo, V.Q.; Yuneni, R.R. (2021). "Brevitrygon heterura". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2021 e.T104179262A104179599. doi:10.2305/IUCN.UK.2021-1.RLTS.T104179262A104179599.en. Diakses tanggal 22 Februari 2025.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  2. ↑ Novariani; Lubis, Hafni; Hafni (Maret 2014). "BIOLOGI REPRODUKSI IKAN PARI TOKA-TOKA (Himantura walga, MULLER AND HENLE 1841) YANG TERTANGKAP DAN DI DARATKAN DI CILINCING": 1–7. doi:10.21009/Bioma10(1).1. ISSN 0126-3552.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
  3. 1 2 3 4 5 White, W.T., P.R. Last, J.D. Stevens, G.K. Yearsley, Fahmi, Dharmadi. (2006). "Economically important sharks and rays of Indonesia. (Hiu dan pari yang bernilai ekonomis penting di Indonesia)". ACIAR monograph series no. 124. ISBN 1 86320 517 9 (sebagai Himantura walga)
  4. ↑
  5. ↑ Simpfendorfer, C., A. Moore, I. Elhassan, F. Owfi, & K.V. Akhilesh. (2017). Brevitrygon walga. The IUCN Red List of Threatened Species 2017: e.T104176764A111015783. http://dx.doi.org/10.2305/IUCN.UK.2017-2.RLTS.T104176764A111015783.en. Diakses 16/X/2019.
  6. 1 2 Last, P.R., W.T. White, J.N. Caira, Fahmi, Dharmadi, K. Jensen, A.P.K. Liem, B.M. Manjaji-Matsumoto, G.J.P. Naylor, J.J. Pogonoski, J.D. Stevens, G.K. Yearsley. (2010). Sharks and rays of Borneo. Collingwood: CSIRO Publishing. ISBN 9781921605642 (pdf)
  7. ↑ Last, P.R., & W.T. White. (2013). "Two new stingrays (Chondrichthyes: Dasyatidae) from the eastern Indonesian Archipelago". Zootaxa 3722(1): 001–21. DOI: http://dx.doi.org/10.11646/zootaxa.3722.1.1

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan