Jumat, 23 Oktober 2026
23:33 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Paramahansa Yogananda

Paramahansa Yogananda

Yogi dan guru

Bagikan:
Infobox orangParamahansa Yogananda
Paramahansa_Yogananda.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
(1946) Suntingan nilai di Wikidata
Biografi
Kelahiran(en) Mukunda Lal Ghosh Suntingan nilai di Wikidata
5 Januari 1893 Suntingan nilai di Wikidata
Gorakhpur (Raj Britania Raya) Suntingan nilai di Wikidata
Kematian7 Maret 1952 Suntingan nilai di Wikidata (59 tahun)
Los Angeles Suntingan nilai di Wikidata
Penyebab kematianSerangan jantung Suntingan nilai di Wikidata
Tempat pemakamanForest Lawn Memorial Park Suntingan nilai di Wikidata
Data pribadi
AgamaHinduisme Suntingan nilai di Wikidata
PendidikanUniversitas Kolkata
Scottish Church College (en) Terjemahkan
Senate of Serampore College (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
Pekerjaanfilsuf,Yogi,penulis,otobiografer,pengkhotbah Suntingan nilai di Wikidata
Karya kreatif
Karya terkenal
Keluarga
Pasangan nikahtanpa nilai Suntingan nilai di Wikidata
Tanda tangan
Discogs: 793360 Find a Grave: 2074 Modifica els identificadors a Wikidata

Paramahansa Yogananda (lahir pada 5 Januari 1893 dengan nama Mukunda Lal Ghosh dan meninggal pada 7 Maret 1952) adalah seorang yogi dan guru dari India yang memperkenalkan Kriya Yoga kepada orang-orang Barat melalui bukunya yang berjudul "Autobiography of a Yogi"[1]

Biografi

Masa Kecil

Mukunda lahir di Gorakhpur, Uttar Pradesh, India dari sebuah keluarga yang religius.[2] Menurut saudara laki-lakinya, kesadaran dan pengalaman spiritual Mukunda kecil telah jauh melebihi usianya.[2] Pada usia mudanya, Mukunda telah mencoba untuk menemui para orang suci sebagai upayanya dalam pencarian spiritual.[3]

Bertemu dengan Guru

Semenjak kecil, Mukunda telah berhasrat untuk bertemu dengan Ilahi melalui bimbingan seorang guru.[4] Dia beberapa kali kabur dari rumah untuk dapat memenuhi hasratnya tersebut.[4] Ayah Mukunda mulai menyerah untuk menahannya tetap di rumah dan hidup ‘normal’, Mukunda akan diizinkan menemui seorang guru apabila mampu lulus dari Sekolah Menengah Atas.[4] Setelah menyelesaikan sekolahnya, Mukunda pergi ke Benares untuk berguru di padepokan Mahamandal dan akan dibimbing oleh Swami Dyananda.[4] Di Padepokan Mahamandal, Mukunda tidak hanya berlatih spiritual tetapi juga diberi tugas administrasi.[4] Lama kelamaan, dia merasa jenuh berada di padepokan.[4] Pada suatu hari, seorang pendeta bernama Habu mengajaknya berbelanja ke pasar.[4] Di pasar tersebut akhirnya Mukunda bertemu dengan sang guru, Swami Sri Yukteswar.[4] Pertemuan tersebut sangat indah, berikut penjelasan Mukunda tentang pertemuannya dengan sang guru:

Tidak ada kata-kata lain yang terucapkan. Tidak ada yang perlu diucapkan lagi. Dalam keheningan itu, saya tahu persis bahwa dialah guru yang sedang saya cari. Saya juga ingat bahwa pertemuan itu bukan untuk pertama kalinya. Dalam masa kehidupan sebelumnya pun kami pernah bertemu. Ya, orang ini kenal Tuhan – ia dapat menuntun saya kepada-Nya[4].

Pindah ke Amerika

Yogananda tiba di Amerika Serikat pada tahun 1920 dan berkeliling ke seluruh penjuru Amerika Serikat untuk sebuah misi yang ia beri nama "Kampanye Spiritual".[5] Dalam setiap ceramah yang diberikan Yogananda, aula gedung yang digunakan selalu penuh dengan audiens.[5] Yogananda memberikan pengajaran secara segar, menghibur, dan dilengkapi dengan wawasan yang mendalam tentang spiritualitas dan sains.[5] Kombinasi metode pengajaran tersebut membuatnya cepat dikenal di negara yang membutuhkan pendekatan baru akan spiritualitas.[5] Hal terpenting dari pengajaran Yogananda adalah tidak bersifat sektarian tetapi universal sehingga dapat diterima oleh seluruh pemeluk agama.[5]

Pulang ke India

Pada tahun 1935, Yogananda pulang ke India untuk menemui Sri Yukteswar.[4] Di sela-sela kepulangannya, Yogananda berkunjung ke berbagai candi dan tempat-tempat spiritual di India bagian selatan, dia juga menginisiasi Kriya Yoga kepada Mahatma Gandhi.[4]

Kembali ke Amerika

Pada tahun 1936, Yogananda kembali ke Amerika untuk melanjutkan pengajarannya akan kesadaran diri.[6] Pada waktu ini pula Yogananda menyelesaikan autobiografinya yang berjudul "Otobiografi Seorang Yogi".[7]

Karya Sastra

Daftar buku karya Yogananda yang dipublikasikan

  • Man’s Eternal Quest.[8]
  • The Divine Romance.[8]
  • Journey to Self-realization.[8]
  • The Science of Religion.[8]
  • Sayings of Paramahansa Yogananda.[8]
  • God Talks With Arjuna.[8]
  • The Second Coming of Christ.[8]

Rujukan

  1. ↑ Bowden, Henry Warner (1993). Dictionary of American Religious Biography. Greenwood Press. ISBN 0-313-27825-3. p. 629.
  2. 1 2 Sananda Lal Ghosh,(1980), Mejda, Self-Realization Fellowship, p.3
  3. ↑ Autobiography of a Yogi, 1997 Anniversary Edition. Self-Realization Fellowship (Founded by Yogananda) www.yogananda-srf.org
  4. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Yogananda, Paramahansa (1946). Autobiography of a Yogi (dalam bahasa Indonesia). Diterjemahkan oleh Anand Krishna. Jakarta: Gramedia. hlm. 90. ISBN 9796552876.{{cite book}}: Ketidakcocokan ISBN / tanggal; Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosongs: |1= and |2=Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  5. 1 2 3 4 5 "The Yogi Who Brought Yoga to The West". Rhode Island Center. Diakses tanggal 21 April 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Self-Realization Fellowship: Encinitas Retreat and Hermitage
  7. ↑ "Creating Self-Realization Fellowship Lessons, Temples, Retreats". Self-Realization Fellowship. Diakses tanggal 25 April 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. 1 2 3 4 5 6 7 "Paramhansa Yogananda: Pioneer of Yoga in America". Diakses tanggal 13 April 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Paramahansa Yogananda.
Wikisource logo
Wikisumber memiliki karya asli dari atau mengenai:
Wikiquote memiliki koleksi kutipan yang berkaitan dengan: Paramahansa Yogananda.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan