Jumat, 02 Oktober 2026
07:44 WIB
TERKINI
Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti

Pantun Bima

Bagikan:
Artikel ini tidak memiliki pranala ke artikel lain. Bantu kami untuk mengembangkannya dengan memberikan pranala ke artikel lain secukupnya. (Februari 2023)

Pantun Bima (patu Mbojo) adalah sarana penungkapan pikiran dan perasaan masyarakat etnik Bima (Badrun, 2014:12). Pantun (patu) adalah salah satu tradisi lisan yang ada di Bima. Di antara jenis tradisi lisan yang ada di Bima antara lain: mpama (cerita khayal/dongeng), nggahi tua (sejenis gurindam), nggahi dana (ucapan berirama), nggahi bale (sejenis pepatah), dan kasaro (puisi untuk memuja roh). Pantun Bima dalam penggunaannya lebih sering dinyanyikan atau dilafalkan dengan menggunakan irama tertentu. Pertunjukkan musikalisasi pantun Bima biasa deisebut dengan biola katipu/biola. Pertunjukan biola ketipu biasa diadakan pada acara syukuran. Selain itu, pantun yang diiramakan, dahulu sering dipertunjukkan di sawah ketika menanam padi bersama (mura ndiha). Pertunjukkan tersebut dilakukan oleh seorang pematu wanita (penyanyi) dan diiringi oleh seorang pria pemain biola.

Perbedaan dan Persamaan Pantun Bima denga Pantun Melayu

Menurut ZM dalam Badrun (2014:7) Perbedaan antara pantun Bima dengan pantun Melayu terletak pada sampiran dan persajakan. Pantun Bima cenderung tidak memiliki sampiran dan tidak bersajak akhir. Sedangkan pantun Melayu memiliki kedua hal tersebut. Kemudian, persamaan antara pantun Bima dengan pantun Melayu terletak pada tema dan makna pantun yang disajikan.

Referensi

  • Badrun, Ahmad. 2014. Patu Mbojo: Struktur, Konsep Pertunjukkan, Proses Penciptaan, dan Fungsi. Mataram: Penerbit Lengge.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan