Rabu, 14 Oktober 2026
06:57 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM

Pantun Bima

Bagikan:
Artikel ini tidak memiliki pranala ke artikel lain. Bantu kami untuk mengembangkannya dengan memberikan pranala ke artikel lain secukupnya. (Februari 2023)

Pantun Bima (patu Mbojo) adalah sarana penungkapan pikiran dan perasaan masyarakat etnik Bima (Badrun, 2014:12). Pantun (patu) adalah salah satu tradisi lisan yang ada di Bima. Di antara jenis tradisi lisan yang ada di Bima antara lain: mpama (cerita khayal/dongeng), nggahi tua (sejenis gurindam), nggahi dana (ucapan berirama), nggahi bale (sejenis pepatah), dan kasaro (puisi untuk memuja roh). Pantun Bima dalam penggunaannya lebih sering dinyanyikan atau dilafalkan dengan menggunakan irama tertentu. Pertunjukkan musikalisasi pantun Bima biasa deisebut dengan biola katipu/biola. Pertunjukan biola ketipu biasa diadakan pada acara syukuran. Selain itu, pantun yang diiramakan, dahulu sering dipertunjukkan di sawah ketika menanam padi bersama (mura ndiha). Pertunjukkan tersebut dilakukan oleh seorang pematu wanita (penyanyi) dan diiringi oleh seorang pria pemain biola.

Perbedaan dan Persamaan Pantun Bima denga Pantun Melayu

Menurut ZM dalam Badrun (2014:7) Perbedaan antara pantun Bima dengan pantun Melayu terletak pada sampiran dan persajakan. Pantun Bima cenderung tidak memiliki sampiran dan tidak bersajak akhir. Sedangkan pantun Melayu memiliki kedua hal tersebut. Kemudian, persamaan antara pantun Bima dengan pantun Melayu terletak pada tema dan makna pantun yang disajikan.

Referensi

  • Badrun, Ahmad. 2014. Patu Mbojo: Struktur, Konsep Pertunjukkan, Proses Penciptaan, dan Fungsi. Mataram: Penerbit Lengge.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan