Jumat, 23 Oktober 2026
19:23 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada

Panglima Burung

Tokoh legendaris suku Dayak

Bagikan:

Panglima Burung atau Pangkalima adalah seorang tokoh mitos yang legendaris yang dipercayai sebagai tokoh pelindung dan pemersatu Suku Dayak, Kalimantan.

Tempat

Dipercayai Panglima Burung tinggal di daerah gaib pedalaman Kalimantan dan mengawasi seluruh kehidupan Suku Dayak di Kalimantan. Panglima Burung akan turun sewaktu-waktu dalam bentuk seutuhnya atau merasuki seseorang untuk menolong apabila Suku Dayak sedang dalam posisi terancam, teraniaya, atau hendak melakukan peperangan.

Sifat

Panglima Burung digambarkan sebagai tokoh yang memiliki sifat serta karakter sebagai "Orang Dayak Sejati", yaitu cinta damai, mengalah, suka menolong, pemalu, sederhana, tapi akan berubah kejam dan gagah berani ketika posisi mereka terancam. Biasanya masyarakat Dayak melakukan ritual Tari Perang khusus untuk memanggil Panglima Burung. Panglima Burung mencuat nama dan sebutannya ketika terjadi Kerusuhan Sampit dan Kerusuhan Sambas.

Tradisi dan Ritual Dayak

Di kalangan suku Dayak, Kalimantan, sosok legendaris itu dipercayai sebagai tokoh pelindung dan pemersatu, bisa turun kapan saja dalam wujud nyata untuk memberi pertolongan kepada masyarakat.

"Warga Dayak memercayai Panglima Burung tinggal di daerah gaib pedalaman Kalimantan dan mengawasi seluruh kehidupan Suku Dayak di Kalimantan,” kata Mantir, beberapa waktu silam.

“Panglima Burung akan turun sewaktu-waktu dalam bentuk seutuhnya atau merasuki seseorang untuk menolong apabila suku Dayak sedang dalam posisi terancam, teraniaya, atau hendak melakukan peperangan. Ini percaya tidak percaya," lanjut tokoh masyarakat Katingan. Menurutnya, Panglima Burung digambarkan sebagai tokoh yang memiliki sifat serta karakter sebagai orang Dayak sejati yaitu cinta damai, mengalah, suka menolong, pemalu, sederhana, tapi akan berubah kejam dan gagah berani ketika posisi mereka terancam. "Biasanya masyarakat Dayak melakukan ritual khusus untuk memanggil Panglima Burung. Panglima Burung mencuat nama dan sebutannya ketika terjadi kerusuhan Sampit dan kerusuhan Sambas kala itu," tambahnya.

Dalam cerita rakyat, Panglima Burung juga dipercaya memiliki ilmu kanuragan atau bakaji. Untuk mendapatkan ilmu tersebut, seseorang harus selalu dekat dengan alam dalam keheningan melalui ritual balampah. Seorang yang bakaji juga umumnya rendah hati, ia tidak akan memamerkan ilmunya.

"Sebab kekuatan yang ia dapat hanya digunakan ketika saat genting terjadi. Jadi seorang pemimpin dayak adalah seorang yang memiliki kehidupan spiritual yang baik dan tercermin di dalam hubungannya dengan alam dan kerendahan hatinya," tutur Mantir.[1]

Referensi

  1. ↑ Okezone (2023-10-11). "Panglima Burung, Sosok Sejati Suku Dayak yang Cinta Damai Namun Kejam Jika Terancam - PAGE ALL : Okezone News". https://news.okezone.com/. Diakses tanggal 2025-11-09.{{cite web}}: Tautan eksternal dalam |website=
Ikon rintisan

Artikel bertopik misteri ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Ikon rintisan

Artikel bertopik mitologi, mitos, atau legenda ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan