
Pangeran Kerajaan Britania Raya dan Irlandia Utara merupakan gelar kerajaan yang umumnya dianugerahkan kepada putra serta cucu laki-laki menurut garis keturunan pria dari monarki Britania Raya, baik yang sedang bertakhta maupun yang pernah memerintah sebelumnya, ditambah suami dari raja wanita (melalui surat paten). Monarki yang bertakhta, selaku sumber segala kehormatan, menganugerahkan gelar ini melalui penerbitan surat paten.
Individu yang memegang gelar pangeran biasanya juga dianugerahi gelar kelayakan Yang Teramat Mulia (His Royal Highness/HRH).
Ketika seorang pangeran Britania Raya menikah, istrinya menjadi seorang putri Britania Raya. Namun, sang istri disapa menggunakan bentuk feminin dari gelar utama suaminya atas nama sang suami, baik berupa gelar kepangeranan maupun gelar kebangsawanan (peerage). Secara tradisional, seluruh istri dari anggota pria keluarga kerajaan Britania Raya, kalangan bangsawan, serta masyarakat umum menyandang gelar kelayakan dan gelar kebangsawanan suami mereka. Contoh dari kasus ini adalah Putri Michael dari Kent, istri dari Pangeran Michael dari Kent yang merupakan sepupu sekali dengan beda satu generasi dari Raja Charles III.[1]
Kasus lain terjadi saat seorang putri darah murni (princess of blood royal) menikah dengan pangeran Britania Raya. Ia turut menjadi putri melalui pernikahan dan disapa dengan cara serupa. Contoh dari situasi ini adalah mendiang Putri Alexandra, Adipatni Fife: ketika menikah dengan sepupu ibunya, Pangeran Arthur dari Connaught, ia menjadi Putri Arthur dari Connaught, Adipatni Fife.
Jika seorang pangeran Britania Raya memiliki gelar kebangsawanan, sang putri disapa dengan versi feminin dari gelar kebangsawanan suaminya. Contoh dari kasus ini adalah istri Pangeran William. William secara resmi bergelar Yang Teramat Mulia Adipati Cornwall dan Cambridge, sedangkan istrinya, Catherine, menjadi Yang Teramat Mulia Adipatni Cornwall dan Cambridge tanpa mencantumkan baik gelar 'pangeran', 'putri', maupun nama depan mereka. Ketika William kemudian diangkat menjadi Pangeran Wales, gelar tersebut menjadi gelar utama yang dipegangnya atas hak sendiri, sehingga ia dan Catherine bergelar Yang Teramat Mulia Pangeran/Putri Wales.[2]
Referensi
- ↑ Hubbard, Lauren (30 Juli 2019). "Who Is Princess Michael of Kent". townandcountrymag.com. Town&Country. Diakses tanggal 6 Agustus 2021.
- ↑ Cruse, Beth (31 Mei 2021). "Why Kate Middleton isn't known as Princess - but Diana was". Bristolpost.co.uk. Bristol Post. Diakses tanggal 6 Agustus 2021.
Artikel bertopik Britania Raya ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. |